Story cover for TRAUMA by Mana_na
TRAUMA
  • WpView
    Reads 226
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 226
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 3
Complete, First published May 11, 2019
Terjebak dalam kesepian, suara jeritan tertelan kesunyian. Tak ada satupun yang mendengar, tiada siapapun yang perduli. Aku takut sendirian, itu membuatku trauma. Tapi, aku tak berhak menyuarakannya, karena ku tahu ... kesalahankulah ... yang membuatku terkurung dalam trauma ini.

================================
#YaIndoMentalHealth
All Rights Reserved
Sign up to add TRAUMA to your library and receive updates
or
#274lonely
Content Guidelines
You may also like
𝙃𝙔𝙋𝙊𝙋𝙃𝙍𝙀𝙉𝙄𝘼 🥀 (HIATUSS)  by arutalagentala
20 parts Ongoing
"𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘵𝘢𝘩𝘶 𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘢𝘬𝘪𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘩𝘪𝘭𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘢𝘵𝘢𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘢𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘣𝘢𝘩𝘸𝘢 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘱𝘦𝘳𝘯𝘢𝘩 𝘣𝘦𝘯𝘦𝘳-𝘣𝘦𝘯𝘦𝘳 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯𝘬𝘢𝘯𝘬𝘶 𝘢𝘥𝘢,"~𝘤𝘩𝘦𝘭𝘭𝘴𝘢 𝘢𝘭𝘻𝘪𝘢𝘯𝘳𝘢 🥀 tidak semua luka meninggalkan bekas. tidak semua tangisan terdengar. dan tidak semua orang yang tersenyum benar-benar bahagia. chelsea alzianra tahu bagaimana caranya berpura-pura. bagaimana menata senyum yang meyakinkan, bagaimana menampilkan tawa yang tidak terasa hampa. tidak ada yang pernah bertanya apakah ia baik-baik saja-karena mereka semua sudah mengira jawabannya. tapi siapa yang peduli? siapa yang benar-benar ingin tahu? sepi bukan hanya ketika sendirian. sepi adalah ketika kamu dikelilingi banyak orang, tapi tetap merasa tak terlihat. ketika kamu bicara, tapi suara kamu tenggelam di antara kebisingan dunia. ketika kamu berharap seseorang akan melihat kamu lebih dalam, tapi yang mereka lihat hanyalah apa yang ingin mereka percayai. chelsea hanya ingin dicintai. tapi mungkin, beberapa orang memang ditakdirkan untuk hanya menjadi bayangan dalam hidup orang lain-hadir, tapi tidak pernah benar-benar ada. --- WARNING ⚠️⚠️⚠️ HASIL PEMIKIRAN SENDIRI TERDAPAT BANYAK MISTERI. DIHARAPKAN KALIAN MEMBERIKAN DUKUNGAN SEPERTI VOTE+KOMEN FOLLOW SEBELUM MEMBACA. BILA ADA KESAMAAN MOHON DIMAAFKAN, KARNA MANUSIA BISA SAJA MEMBUAT KESALAHAN 👾
RUMAH tanpa pintu  by diandlyne
36 parts Ongoing
rumah itu punya dinding. punya atap. punya meja makan dan tempat tidur. tapi tidak punya tempat untuk elira merasa aman. di sana, elira tumbuh seperti bayangan. ada, tapi tak pernah dianggap. dilahirkan bukan karena diharapkan, tapi karena tak sengaja. sejak kecil, elira sudah belajar caranya diam. belajar caranya menyembunyikan luka di balik senyum, dan menyembunyikan jeritannya dalam baris-baris puisi di buku matematikanya. ia bukan anak yang cerewet, bukan juga yang mudah dicintai. tapi bukan berarti ia tidak ingin dipeluk. di sekolah, elira hanya ingin melewati hari. tapi semuanya berubah saat seorang guru baru memperhatikannya lebih dari sekadar nilai. untuk pertama kalinya, elira merasa dilihat. tapi... hidup tidak semudah itu. di saat ia mulai berharap, kenyataan kembali menampar lebih keras. masalah di rumah makin dalam, luka makin dalam, dan batas kesabaran pun makin tipis. ketika elira memutuskan diam-diam untuk pergi... barulah semua mata terbuka. tapi seperti luka yang tak segera diobati-penyesalan pun datang terlambat. ini bukan hanya kisah tentang kehilangan. tapi juga tentang suara-suara yang sering kita abaikan. tentang seseorang yang hanya ingin didengarkan... sebelum akhirnya benar-benar hilang. untuk kamu yang pernah merasa sendirian di tengah keramaian-ini kisahmu. dan jika kamu mengenal seseorang yang sering bilang "ga apa-apa", peluk mereka lebih lama. dengarkan lebih dalam. karena bisa jadi, itu adalah tangisan yang paling sunyi. 😞👍🏻 ---
You may also like
Slide 1 of 9
Hopeless cover
Paradise cover
𝙃𝙔𝙋𝙊𝙋���𝙃𝙍𝙀𝙉𝙄𝘼 🥀 (HIATUSS)  cover
Pilar Sendu cover
BERISIK (END)  cover
Clarisa Yunita ( End ) cover
... cover
RUMAH tanpa pintu  cover
Does Not Become Anything cover

Hopeless

31 parts Complete

[COMPLETED] "Whoever told you that life would be easy, I promise that person was lying to you." --Kondisi dimana tidak memiliki ekspetasi tentang hal-hal baik yang akan terjadi dan juga kesuksesan di masa mendatang. [Definition of Hopeless] Apakah ini tentang kisah cinta masa remajaku? Astaga, bahkan aku tidak yakin tentang cinta itu nyata. Yang aku tahu hanya luka dan luka. Itu saja. Tangisanku bukan tangisan patah hati, lagipula perasaanku sudah mati. Jiwaku diasuh oleh sepi, hingga teman terbaikku hanya rasa sendiri. Setidaknya aku punya mereka, orang yang mengajariku bahwa aku tidak sendirian. Meskipun ada kalanya aku menyerah dan pasrah. Apakah akhir ceritaku ini bahagia? Apakah aku akan terus berkawan dengan tangisan, hingga aku lupa cara untuk mencari kebahagiaan? Aku hanyalah satu dari ratusan orang yang sakit secara jiwa, aku bersahabat dengan sesuatu yang mereka sebut depresi. Hingga yang kukenali hanya keputusasaan pada masa depan diri sendiri.