my naughty boyfriend

my naughty boyfriend

  • WpView
    LECTURAS 413
  • WpVote
    Votos 20
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContenido adultoConcluida lun, jul 8, 2019
Kisah cinta Sona perempuan cantik yg berkelahiran tahun 2000 yg menganggap dirinya hanya berjuang sendirian demi cowok nya yg entah hatinya untuk siapa kesekian kli cowoknya berkata manis kepadanya namun cuek dengannya Kalau di bilang capek dalam hubungan capek? Tapi apa mau buat klo udh cinta. Untung saja Sona punya teman yg selalu ada disamping nya yaitu Claudi, Sela, Jesy dengan tingkah aneh temannya itu yang selalu membuat Sona merasa bahagia dan satu temannya yg receh, dan always jomblo Cila wanita cantik asal cina yg menjadi sahabatnya namun temannya juga mempunyai masalah dan mereka pun saling melengkapi bila dari salah satunya mempunyai masalah mereka harus berbagi masalah itu SEKIAN TERIMA KASIH!! edit cover by:@tftraaa
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Not Me & Not Mine
  • Hujan Yang Kesepian
  • Pain
  • Mas [completed]
  • ELECTION
  • We Can't Be Friends
  • Queen Greta Oto (GXG)
  • You're [not] Mine
  • Philia or Pragma..!?
  • Ranzir

Tak ada kesalahan tanpa adanya sebuah perbuatan, begitu pula dengan kisah Zara dan Rafif-dua hati yang, entah bagaimana caranya, selalu kembali bertaut meski diwarnai begitu banyak perbedaan. Zara, seorang perempuan yang selalu berusaha memahami, menerima Rafif apa adanya, termasuk sifat kekanak-kanakannya yang sering kali membuatnya menghela napas panjang. Setiap kali dia menunjukkan sisi inner child-nya di saat-saat yang tak terduga, Zara tak bisa menahan diri untuk menyipitkan mata, menatapnya dengan ekspresi antara geli dan tidak percaya. "Kamu selalu bilang bisa menerima aku apa adanya, tapi tiap aku bersikap begini, ekspresimu langsung berubah," Rafif bersedekap, bibirnya mengerucut seakan protes. Zara mendesah pelan, menyilangkan tangan di dada. "Bagaimana tidak? Kadang kamu bisa bertingkah seperti anak kecil, bahkan di tempat umum," ucapnya, setengah gemas setengah tak habis pikir. Cinta mereka bukanlah kisah yang selalu berjalan mulus. Ia tumbuh dengan caranya sendiri-kadang seperti bunga liar yang mekar tanpa aturan, kadang seperti lukisan abstrak yang penuh warna namun sulit untuk didefinisikan. "Ambil sepatumu dan pakai, Rafif. Di tempat seperti ini pun kamu tetap saja menyusahkan," ujar Zara, matanya melirik ke arah kaki Rafif yang masih telanjang di lantai dingin. Rafif terkekeh kecil, tidak tergesa-gesa mengambil sepatunya. "Aku cuma menunggu kamu dulu sebelum pakai sepatu," katanya ringan. Zara menghela napas lagi. "Aku pergi sebentar beli makanan, bukan pergi selamanya," ia menyodorkan sesuatu pada Rafif. Sekejap mata Rafif berbinar begitu melihat apa yang ada di tangannya. "Wah! Es krim kesukaan kita! Aku mauu~" serunya penuh semangat, seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan hadiah. IG/aqieff_bhlwn Tiktok/elsyaqief

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido