Hello To My Cold Boy

Hello To My Cold Boy

  • WpView
    Reads 128
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 13, 2020
Revan adalah murid baru di SMA Pelangi. Dia aneh baginya wanita menjijikan dan menyusahkan kecuali orang-orang tertentu dalam Hidupnya. Namun revan tidak merasa disusahkan oleh xavera seorang gadis polos yang membuatnya merasa senang saat direpotkan olehnya. Lantas bagaimana kisah cinta mereka? So welcome to my ceritaa^_^
All Rights Reserved
#393
phobia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Deru Tresna Aruna
  • DAKSA [END]
  • Bad VS Spoilt
  • PACARNYA BOO (Sudah Terbit)
  • ASA [COMPLETED]
  • Different Way
  • Heartbeats: Di Antara Dua Dunia
  • Strange Girl  ✔️(Revisi)
  • 2190 Days of Silence
  • Never be Alone

ㅤ ❝ Deru tresna beradu mengisi lakuna, eloknya sang aruna menorehkan warna dalam candramawa. Ketika sang wanodya dan renjana-nya yang tak sempat terucap. Diantara isyarat-isyarat yang tak tersampaikan. Hanya ingin mencintai dengan sederhana dan mengagumi dalam sunyi. Diantara celah-celah lara ini, tak akan ada letih dalam mencintai. ❞ "Gue tahu lo pasti suka hujan, tapi buat kali ini jangan biarin hujan nyentuh lo. Siapa yang tahu kalau hal yang lo sukai justru bisa nyakitin lo juga." Tak pernah disangka oleh Aruna Lastia Danastri, bahwa hari itu hujan akan mengantarkannya pada pertemuan tak terduga. Pada seorang Arsenio Eka Farraz Naradipta, sosok pemuda yang membawa pengaruh besar bagi kehidupan Aruna. Laki-laki yang ia sukai, sosok yang telah berhasil menjadi penambah luka sekaligus obat lara untuknya. Selain Arsen, ada pemuda lain yang juga turut andil dalam perjalanan remajanya. Jehan, si trouble maker sekolah yang dengan terang-terangan menunjukkan kepeduliannya pada Aruna. Sekaligus orang yang mengetahui tragedi kelam dalam hidup Aruna. Dari segala lara yang diterimanya, Aruna hanya mengharapkan satu hal. Ia menginginkan sayang dari orang-orang terkasihnya. Sebelum raganya tak lagi mampu bertahan, dan jiwanya tak lagi mau menetap.

More details
WpActionLinkContent Guidelines