Aku Untuk Kamu

Aku Untuk Kamu

  • WpView
    MGA BUMASA 286,148
  • WpVote
    Mga Boto 17,843
  • WpPart
    Mga Parte 52
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Wed, Jul 31, 2024
"Aku Untuk Kamu. Kamu Untuk Dia." Dibuat melayang oleh harapan, di jatuhkan kembali oleh sebuah kenyataan. Mencintai seorang diri selama tujuh tahun itu bukan lah perkara yang mudah. Terlebih disaat orang yang kamu cintai itu ternyata menyukai sahabat mu secara diam diam. Itulah yang Letta rasakan sekarang ini. Dimana dia yang mencintai Regan setulus hati, dan Regan yang menyukai sahabat sendiri. Letta berpikir, kisah cinta nya akan berakhir menyenangkan seperti di novel-novel percintaan kebanyakan. Namun, ternyata dia salah. Semua itu hanyalah khayalan semata. Buktinya, Regan sama sekali tidak pernah luluh akan perjuangan nya selama tujuh tahun. Mau tak mau, hanya ada satu jalan yang harus dia tempuh agar luka di hati nya tidak bertambah lebih dalam lagi, yakni melupakan. **** Semuanya terus berjalan seiring waktu. Disaat dirinya hampir sampai pada puncak melupakan, Letta kembali di hadapkan oleh keadaan yang sangat sulit untuk dia lakukan. Gadis itu, kembali di paksa untuk mencoba menggenggam sesuatu yang bukan miliknya. Akankah dia bisa untuk mempertahankan hal itu disaat pemilik aslinya sudah pergi? "Kenapa harus gue Sya?" ********
All Rights Reserved
#132
violetta
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Dalam Kata, Kupeluk Namamu
  • Rankle [Completed]
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • EPIPHANY
  • Air Mata Elara
  • REVANO UNTUK REVA
  • Dandelion [Completed]
  • BULAN [Selesai]
  • GERA (SUDAH TERBIT)

Naya tidak pernah pandai berbicara. Ia mencintai dalam diam, mengagumi dari kejauhan, dan menyimpan rindu dalam barisan kata yang ia tempelkan di mading sekolah. Tak ada yang benar-benar tahu siapa penulis di balik tulisan-tulisan itu-kecuali satu orang yang mulai memperhatikan keheningannya: Reyhan. Di tengah perjalanan yang sunyi dan luka kehilangan yang tak pernah benar-benar sembuh, Naya memilih menulis sebagai pelarian, sebagai tempat berlindung, dan sebagai cara mencintai dunia yang terasa terlalu bising. Namun ketika penyakit lama kembali menggerogotinya, Naya tahu: tak semua cerita akan menemukan akhirnya. Lewat tulisan terakhirnya, Naya mengungkapkan perasaannya, bukan untuk didengar, tapi untuk dikenang. Dalam kata, ia memeluk seseorang yang tak bisa ia gapai. Dalam sunyi, ia meninggalkan jejak yang tak akan hilang.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman