Sahabat atau Musuh

Sahabat atau Musuh

  • WpView
    Reads 642
  • WpVote
    Votes 72
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 20, 2020
SAHABAT adalah seseorang yang ada disaat senang maupun duka, orang yang selalu mengerti keadaan kita. SAHABAT adalah orang yang kita anggap tak akan menyakiti kita,tapi ketika kalian di sakiti oleh SAHABAT kalian, apakah kalian memafkannya?. Di saat SAHABAT yang ku anggap sangat mengertiku malah menyakitiku apakah yang harus kulakukan?.Seseorang itu datang disaat aku tak ingin membuka hatiku,disaat aku tak ingin mengenal cinta dan tak ingin memberikan hatiku untuk siapapun dan ketika aku membukanya untuk dia.Dia malah menyakitiku dan berselingkuh dengan SAHABAT ku. SAHABAT apakah dia masih pantas Ku sebut SAHABAT atau MUSUH?,Masih pantaskah?.Dan ternyata selama ini dia berteman denganku hanya untuk membalaskan dendamnya.Itu sangat menyakitkan menurutku mungkin aku memafkannya tapi melupakan kesalahannya Aku akan berusaha melupakanya!
All Rights Reserved
#19
fira
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories in Moon
  • Me & You
  • R A V A N I A  [ SEGERA TERBIT ]
  • KENANGAN INDAH BERSAMAMU
  • BULAN (END)
  • NADIRA [On Going]
  • DESPERATE (COMPLETED) ✔
  • Tiga Belas Misi ✔️
  • VAGALDARA [TERBIT]

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines