Not The Best Partner?

Not The Best Partner?

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 18, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Sedari awal kita sudah tahu kelanjutan cerita ini. Memaksa untuk terus bersama hanya akan menambah kenyaman dan tak mau kehilangan. Kita tidak bisa lagi sembunyi di balik kalimat 'Kita jalani aja dulu'. Sudah terlalu tua untuk terus berada dalam hubungan yang mengambang. Tahun pertama mungkin kita masih have fun dengan segala perbedaan yang ada. Tahun kedua, tekanan dari berbagai pihak mulia bermunculan. Hingga pada tahun ketiga. Aku rasa kita tidak bisa lagi mengulur waktu. Aku takut semakin banyak waktu yang kita lewati bersama semakin membuat kita sulit untuk melepaskan. Perbedaan diantara kita memang tidak bisa disatukan. Mungkin memang aku bukan muslimah yang taat tapi untuk pindah kepercayaan aku menolak keras, Gal. Aku tidak bisa. Aku tidak bisa meninggalkan Tuhan ku untuk makhluk yang bukan umatnya. Maaf Gal untuk kali ini aku bersikap egois. Kita tidak pernah bisa bersama tanpa terluka. Selamat tinggal, Alister Galen Pratama.
All Rights Reserved
#184
beda
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]
  • A high wall for us
  • PERBEDAAN
  • Dibawah Langit Yang Retak (joongpond)
  • Faith
  • Efemeral
  • Aku, Kamu & Keyakinan {On Going}
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)

Saat rumah tak lagi terasa aman, justru seseorang yang tak pernah benar-benar kita miliki bisa jadi tempat pulang paling hangat. Masih Ada Kamu di Setiap Luka. Mengisahkan Nadira dan Arka-dua jiwa yang bertemu di masa sekolah, saling menemukan kenyamanan di tengah luka yang tak selalu terlihat. Di balik tawa yang disembunyikan dan keluarga yang mulai retak, Arka hadir tanpa banyak janji, tapi justru menjadi tenang yang selalu Nadira cari. Namun, tidak semua cinta ditakdirkan untuk tinggal. Ada yang cukup datang sebentar, lalu pergi, meninggalkan bekas yang justru membuat kita tumbuh. Ini bukan sekadar kisah cinta pertama atau patah hati. Ini adalah cerita tentang bertahan. Tentang mengikhlaskan tanpa membenci. Tentang memilih bahagia, meski dengan luka yang masih menetap. Untuk siapa pun yang pernah mencintai diam-diam, kehilangan tanpa sempat memiliki, dan belajar bahagia dengan cara yang baru-kisah ini untukmu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines