Langit & Senja

Langit & Senja

  • WpView
    Membaca 2
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Mei 13, 2019
Namanya Senja Aryana biasa dipanggil Senja. Dia tumbuh sebagai gadis pendiam dia hanya berteman dengan buku dan langit sore. Namun semua berubah ketika Langit Biru datang pada kehidupannya. Langit membawa keramaian yang selama ini dia hindari. Dia Langit Biru hampir semua gadis memuja dan mengaguminya. Namun, tidak dengan satu gadis yang ia temui di sekolah barunya. Namanya Senja, gadis yang begitu dingin dan pendiam. Namun anehnya ada sesuatu pada gadis itu yang menarik perhatian Langit.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Cerita di Balik Senja
  • Langit Jingga di Ujung Senja
  • Diantara Langit & Senja
  • LANGIT SENJA  (End)
  • BLUE HOUR (Rona Senja di Langit Biru)
  • LANGIT untuk SENJA [FINISHED]
  • Sandyakala [TAMAT]
  • Langit Senja [end]
  • Langit Menanti Senja[Completed]
  • Cerita dari Senja

"Senjanya bagus banget," suara gadis kecil yang sedang berdiri menatap langit yang berwarna oranye dengan angin yang menyapu pelan wajahnya. "Ayah... Ayah lihat! Langit nya bagus banget," Jawab gadis kecil itu dengan senyum bak bulan sabit pada wajahnya. Laki-laki berbadan tegap dengan struktur wajah yang tidak jauh dengan gadis kecil di hadapannya, kini berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan gadis itu. Lebih tepatnya, mereka adalah sosok ayah dan seorang anak. "Senja, Senja tahu, kenapa ayah memberi nama Senja, itu 'Senja'?" mendengar pertanyaan yang tidak bisa di jangkau oleh pikiran anak kecil yang bernama senja itu, ia hanya menggeleng. Lalu, ia bertanya " memangnya kenapa ayah?" Tanya Senja pada sang Ayah. "Karena Senja itu indah, dia juga ikhlas, dan dia selalu mengingatkan ayah pada almarhum ibu kamu, Senja." Senja mengerutkan alisnya, ia bingung dengan apa yang ayahnya ucapkan. "Senja masih nggak tahu maksud ayah." "Nggak papa sayang, saat ini Senja memang belum mengerti. Tapi nanti, Ayah yakin kamu pasti mengerti maksud ayah. Oke Langit Senja?" "Oke ayah!" Senja memeluk Ayah nya dengan erar tanpa sekat sedikitpun.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan