PojoKamar

PojoKamar

  • WpView
    Reads 124
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 8, 2019
Tiba-tiba saja Zidan dihantui oleh makhluk yang sangat mengerikan dari pojok kamarnya sendiri. Padahal sudah lama ia tinggal di rumah itu, tapi, baru kali ini ia menemukan hal-hal ganjil itu. Siapakah sosok makhluk itu? Kenapa ia bisa datang? Rasakan ketegangan disetiap partnya! Jika kalian teliti, di part awal sudah diberikan clue untuk menebak endingnya!
All Rights Reserved
#116
indigo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dedarah 「END」
  • Aleysia Heaven [Complete]
  • THE CHOSEN (TAMAT)
  • creepy pasta
  • Bisikan Mereka ✔
  • DEATH  2 (Berpetualang Ke Alam Gaib)
  • My Ghost Story ✔
  • JINGGA (Bab 1 s/d Bab 38) ENd ✔️
  • My Ghost (TAMAT)

[15+] Aku dikutuk. Aku hanyalah seorang gadis penderita asma yang ingin menjalani hari-hari dengan tenang bersama ibu dan adik laki-lakiku. Aku tidak mau punya masalah dengan orang lain, aku cenderung menghindari mereka. Namun, saat aku bangun pagi itu. Semuanya berubah. Seseorang sudah mencari gara-gara padaku. Siapa orang yang sudah memberikan kutukan ini? Bagaimana bisa aku harus berurusan dengan makhluk mengerikan yang bisa mencekikku dengan rambut panjang tak terukur dan bisa mencabik-cabikku dengan kuku-kuku setajam gunting itu? Siapa pun dia, aku tidak akan memaafkannya. Dibantu Darma, pemuda bodoh si maniak kasus-kasus misterius, aku menyusuri bagaimana kutukan ini bisa sampai kepadaku. Aku dibuat tak percaya. Aku harus memindahkan kutukan ini pada orang lain dengan ritual yang aku sendiri tidak tahu bagaimana caranya. Kutukan ini membuatku kehilangan hal paling berharga dalam hidupku. Aku frustrasi, aku ingin mati saja. Di titik terendah dalam hidupku, aku menemukan cara lain. Sayangnya, aku harus siap berkorban nyawa. Itu jauh lebih baik daripada hidup berlumuran darah sembari menunggu ajal tiba.

More details
WpActionLinkContent Guidelines