Mas Pram

Mas Pram

  • WpView
    Reads 855
  • WpVote
    Votes 67
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Tue, May 14, 2019
Adipramana, adalah sulung dari lima bersaudara, anak petani sukses yang tinggal di pinggiran kota. Dia menjadi kebanggaan keluarga dan kampungnya ketika dirinya dan Maryani, kekasihnya yang juga teman SMAnya, mendapat undangan untuk melanjutkan kuliah di IPB. Adalah cita-cita Pram dan ayahnya, untuk melanjutkan usaha pertanian sang ayah dengan menggunakan ilmu pengetahuan terbaru tentang pertanian. Sayangnya Pram harus melepas cita-citanya ketika sang Ayah meninggal secara mendadak sebelum dia berangkat ke Bogor, meninggalkan Pram, Ibu dan empat adik yang masih kecil-kecil. Lahan pertanian seluas lima hektar diambil alih oleh adik sang Ayah secara sewenang-wenang dan menjadikan Pram dan adik-adiknya menjadi pihak yang tersakiti. Pram tidak hanya harus bekerja keras untuk menggantikan sang Ayah sebagai tulang punggung keluarga tapi juga harus memutar otak agar ekonomi keluarganya tidak ambruk dengan menggunakan inovasi dan tehnologi baru yang dia gunakan di sisa lahan yang dimiliki keluarganya. Pram juga harus berbesar hati atas permintaan orang tua Maryani, untuk melepaskan gadisnya, demi masa depan yang lebih baik bersama pria lain pilihan orang tua. Pram tahu diri dengan segala keterbatasan yang dimilikinya, dan sadar bahwa hidupnya sekarang adalah mengurus Ibu dan membesarkan adik-adiknya, meski cinta Pram terhadap Maryani, tak pernah padam.
All Rights Reserved
#15
inspiring
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DANADYAKSA
  • Serupa Asing, Sepenuh Saudara
  • Sejuta Mimpi Calon Sang Pemimpin
  • A Life That Turns
  • Ruang ; Kursi dan jendela
  • Hingga Salju Turun  Di Kota Garut
  • Jar of Hearts ( Versi Terbit Diandra's Marriage )
  • Selalu di Hati (Sudah Terbit)
  • A Dan A by Nia alawiyah

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines