Story cover for The Lost Moon by hanifasyn
The Lost Moon
  • WpView
    Reads 499
  • WpVote
    Votes 58
  • WpPart
    Parts 7
  • WpView
    Reads 499
  • WpVote
    Votes 58
  • WpPart
    Parts 7
Ongoing, First published May 13, 2019
" Lo itu indah banget sih, kaya bulan. Pantes dikelilingin bintang-bintang.  Apalah gue yang cuma remahan rengginang " - Aileen
.
.
.
. 
" Aku menatap bulan disaat ku merindukanmu " - Sterrio

Ini adalah kisah penantian Bintang yang menanti sang Bulan datang
All Rights Reserved
Sign up to add The Lost Moon to your library and receive updates
or
#177mostwantedboy
Content Guidelines
You may also like
My Eternal Moon [ End ✔️] by cweetcobeyi
38 parts Complete
Wulan mendekat, penasaran. Bintang mengeluarkan sebuah gelang anyaman dari kantong celananya. "Ini buat kamu. Supaya kita selalu jadi sahabat selamanya." Wulan tertegun sejenak, lalu tersenyum. "Sahabat selamanya?" Bintang mengangguk yakin. _________________________________ _________________________________ "Kehilangan mengajarkanku arti kehadiran. Tapi kehadiran yang tak pernah pergi, mengajarkanku arti pulang. Dan pada akhirnya, bukan tentang siapa yang kembali-melainkan siapa yang sejak awal tak pernah benar-benar pergi." __________________________________________________________________ "Lucu ya? Saat akhirnya kupikir aku bisa bernapas lega, dunia malah menertawakan aku. Seolah berkata, 'Jangan senang dulu, aku belum selesai menghancurkanmu.'" - Wulan Salsabila. __________________________________________________________________ "Orang yang paling keras kepala bukan orang yang tidak mau mendengarkan perkataan orang lain. Tapi dia yang tahu dirinya hancur, tahu dirinya butuh bantuan, tapi tetap saja milih buat menyimpan semuanya sendiri." -Raka Aditya. __________________________________________________________________ "Lan, kalau aku adalah bintang indahmu, maka kamu adalah bulanku-seseorang yang memberiku cahaya bahkan di malam-malam tergelap. Kamu adalah ketenangan, kehangatan, kehadiran yang membuat segalanya terasa aman dan indah. Bahkan ketika bintang-bintang mulai redup, bulan tetap bertahan, bersinar dengan tenang. Jadi, jika kamu memanggilku bintang indahmu, maka aku akan memanggilmu bulan abadiku-seseorang yang tetap tinggal, seseorang yang selalu bersinar di langitku." -Bintang Pradipta. __________________________________________________________________ "Dari janji persahabatan di bawah pohon rindang SD, hingga langkah-langkah berat di SMA-kapan persahabatan berubah menjadi sesuatu yang lebih rumit?" PERHATIAN‼️ Cerita ini murni ide author tanpa menjiplak karya siapapun enjoy~♡
Tiga Belas Misi ✔️ by mooniemakeu
43 parts Complete
"Kalau kamu benci dengan perpisahan, berarti kamu tidak punya hak untuk mengasihi pertemuan." "Kenapa gitu, Kak?" "Perpisahan ada karena eksistensi dari pertemuan. Jadi, bukankah kamu seharusnya membenci apa yang bisa membuat perpisahan itu muncul?" ••••• Mentari kira, jalan salah yang ia ambil adalah jalan yang terbaik. Jalan yang mungkin bisa membantu dirinya dan ayahnya keluar dari jerat kemiskinan. Namun, ternyata jalan itulah yang membuat Mentari dipertemukan pada sosok Bulan. Pemuda berwajah teduh yang dikenal dengan kalimat ajaibnya. "Lakuin sekarang, belum tentu lima menit yang akan datang kamu masih hidup." Tiga Belas Misi Menuju Kebahagiaan. Begitu Mentari menyebutnya. Khusus untuk Bulan, hanya untuk Bulan, pemuda baik yang tak lain adalah kakak tingkat di kampusnya. Namun, hari-hari yang mereka lalui demi menyelesaikan misi itu membuat semesta dengan lancangnya menciptakan perasaan baru di hati Mentari. Perasaan yang tak seharusnya tumbuh, terlebih jika itu tertuju pada Bulan. Apalagi ketika Mentari sadar, bulan lebih indah bersama bintang, bukan matahari. Ketika hati Mentari kian terluka dengan rasa yang tak mungkin terbalas, semesta justru menambah luka dengan rentetan kisah masa lalu yang terpaksa harus direka ulang. Lalu, kapan sekiranya semesta akan memberi tanggal yang tepat untuk kebahagiaan Mentari? ⚠️Mengandung kata kasar dan hal-hal berbau perundungan. Do not copy my story! Amazing cover by Dhiya Moon Started : 20 Agustus 2022 Finished : 08 Januari 2023
BINTANG&BULAN by chacalen_
40 parts Ongoing
{ FOLLOW SEBELUM BACA } • • • • • • Galaksi Bulan Aksara ia pernah percaya pada cinta-hingga dikhianati dan ditinggalkan. Luka itu membuatnya menutup hati, membenci cinta, juga kenangan yang terus menghantuinya. Baginya, cinta hanya omong kosong yang tak layak dipercaya. Namun segalanya berubah ketika Gerhana Bintang Antariksa hadir dalam hidupnya. Ketua gengster itu keras, egois, dan selalu mendapatkan apa yang dia mau-termasuk Bulan. Dengan segala cara, Bintang mendekatinya hingga memaksanya menerima sebuah kesepakatan: mereka harus berpacaran. Awalnya, semua hanya perjanjian tanpa perasaan. Tapi perlahan, dinding yang Bulan bangun mulai runtuh. Saat ia mulai kembali percaya, rahasia kelam terungkap, membawa luka yang lebih dalam dari sebelumnya. Apakah Bulan akan bertahan? Atau kembali membenci cinta selamanya? Penasaran sama kisah mereka?, yaudah yok mampir cuss🏃‍♀️🏃 • • • • " aku kira kamu akan menjadi obat ternyata malah menjadi luka yang hebat, mari saling melepaskan untuk menghilangkan rasa sakit yang ada"_bulan " maaf namun ini juga sulit buat gue"_bintang " kamu jahat, tetapi kenapa aku tidak bisa membenci mu?"_bulan " lo terlalu indah untuk gue hancurkan, bulan"_bintang " tapi sekarang aku sudah hancur bintang"_bulan • • • • • ⚠️ dilarang mengcopy cerita aku!!, kalau copy aku santet kamu ya‼️🔪🔪 ⚠️ cerita ini murni dari otak aku sendiri, dan jangan bawa lapak lain ke sini karena tidak ada unsur jiplak di sini. PAHAM🖐🏻‼️🔪
You may also like
Slide 1 of 10
SOMEDAY [completed] cover
My Eternal Moon [ End ✔️] cover
Memories in Moon cover
Tiga Belas Misi ✔️ cover
BINTANG&BULAN cover
Seperti Bintang ✔️(SHORT STORY) cover
Mentari Tanpa Sinar cover
[ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun cover
VAGALDARA [TERBIT] cover
BulBin (END) cover

SOMEDAY [completed]

31 parts Complete

"Karena lo itu bintang gue, dan gue bulan lo. Kita akan seperti bulan dan bintang yang selalu bersama menghiasi langit malam, walaupun dikala siang mereka menghilang, mereka akan hilang bersamaan."