awan, senja, dan angin

awan, senja, dan angin

  • WpView
    Reads 391
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 9, 2019
awan itu indah, senja juga. sangat sederhana namun keduanya saling melengkapi, ketidaksempurnaannya saling menyempurnakan. senja tanpa awan mungkin biasa saja, begitu juga awan tak nampak indahnya jika terlalu banyak menyelimuti bumi. tetapi tidak dengan angin, selalu diacuhkan karena mata hanya melihat dan memuji apa yang dilihat. tanpa angin mereka takkan bersatu, tanpa angin mereka takkan memberi keindahan setiap insan yang dilewatinya. angin memang tak terlihat, selagi perasa belum peka akan kehadirannya, saat itulah kau belum benar-benar memahami apa itu indah, siapa yang membuat indah, dan karena siapa mereka itu lenyap sia-sia. Bukan awan apalagi senja, aku hanya ingin menjadi angin. Dia mengajarkanku bahwa tak telihat pun bisa menyapa dan menyentuhmu dengan rasa. Tak nampak tapi selalu ada untuk bersanding. Tidak semuanya kita tahu, semesta punya rahasia.
All Rights Reserved
#815
spiritual
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mahligai Sunyi
  • Sastra dan Angka ( END )
  • Langit Semesta
  • PENGAGUM SENJA
  • »The Love Behind Secrets!
  •  Mengikhlaskanmu Di Ujung Senja (PROSES REVISI)
  • The Last Birthday With You
  • Pieces of Light

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines