awan, senja, dan angin

awan, senja, dan angin

  • WpView
    Membaca 391
  • WpVote
    Vote 30
  • WpPart
    Bab 6
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Nov 9, 2019
WpInfo
Fiksi
Romansa
awan itu indah, senja juga. sangat sederhana namun keduanya saling melengkapi, ketidaksempurnaannya saling menyempurnakan. senja tanpa awan mungkin biasa saja, begitu juga awan tak nampak indahnya jika terlalu banyak menyelimuti bumi. tetapi tidak dengan angin, selalu diacuhkan karena mata hanya melihat dan memuji apa yang dilihat. tanpa angin mereka takkan bersatu, tanpa angin mereka takkan memberi keindahan setiap insan yang dilewatinya. angin memang tak terlihat, selagi perasa belum peka akan kehadirannya, saat itulah kau belum benar-benar memahami apa itu indah, siapa yang membuat indah, dan karena siapa mereka itu lenyap sia-sia. Bukan awan apalagi senja, aku hanya ingin menjadi angin. Dia mengajarkanku bahwa tak telihat pun bisa menyapa dan menyentuhmu dengan rasa. Tak nampak tapi selalu ada untuk bersanding. Tidak semuanya kita tahu, semesta punya rahasia.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#905
religi
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Pieces of Light
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • TENTANG AWAN, HUJAN, dan BUMI
  • Langit Semesta
  • Sore, Senja, dan Hujan
  • Mahligai Sunyi
  • The Last Birthday With You
  • Sastra dan Angka ( END )

Di bawah bayang-bayang pohon besar di taman sekolah, waktu seolah melambat. Hembusan angin pagi yang lembut membawa aroma dedaunan basah, sementara suara langkah-langkah kecil para siswa terdengar samar di kejauhan. Di sana, Aveline duduk di ayunan, dikelilingi keheningan yang ia ciptakan sendiri. Rafael melihatnya dari kejauhan. Gadis itu berbeda. Perkenalan singkatnya di kelas hari sebelumnya-begitu sederhana, begitu tanpa upaya mencuri perhatian-justru membuatnya penasaran. Hari ini, dengan bunga di tangannya dan keberanian yang ia kumpulkan semalaman, Rafael melangkah mendekat. "Kamu mau nggak jadi teman baik aku?" tanyanya, suaranya bergetar sedikit. Aveline menatapnya, lalu menaikkan alis dengan ekspresi yang sulit diterjemahkan. Rafael menggaruk kepalanya, lalu buru-buru menambahkan, "Mmm... atau kalau nggak, karena kamu pintar, boleh nggak ajarin aku pelajaran yang aku nggak bisa?" Setelah jeda singkat, Aveline akhirnya mengangguk kecil. Dalam momen itu, tanpa banyak kata, hubungan mereka pun dimulai-perlahan tapi pasti, seperti cahaya pagi yang menembus dedaunan, membawa kehangatan pada hari yang baru. "Pieces of Light" adalah kisah tentang pertemuan sederhana yang mengubah segalanya, tentang dua jiwa yang saling menemukan arti keberanian, cinta, dan harapan di tengah perjalanan hidup. ------------------ If u don't like it just skip it thanks!!! upload setiap Senin dan Jumat ✨

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan