awan, senja, dan angin

awan, senja, dan angin

  • WpView
    Reads 390
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 9, 2019
awan itu indah, senja juga. sangat sederhana namun keduanya saling melengkapi, ketidaksempurnaannya saling menyempurnakan. senja tanpa awan mungkin biasa saja, begitu juga awan tak nampak indahnya jika terlalu banyak menyelimuti bumi. tetapi tidak dengan angin, selalu diacuhkan karena mata hanya melihat dan memuji apa yang dilihat. tanpa angin mereka takkan bersatu, tanpa angin mereka takkan memberi keindahan setiap insan yang dilewatinya. angin memang tak terlihat, selagi perasa belum peka akan kehadirannya, saat itulah kau belum benar-benar memahami apa itu indah, siapa yang membuat indah, dan karena siapa mereka itu lenyap sia-sia. Bukan awan apalagi senja, aku hanya ingin menjadi angin. Dia mengajarkanku bahwa tak telihat pun bisa menyapa dan menyentuhmu dengan rasa. Tak nampak tapi selalu ada untuk bersanding. Tidak semuanya kita tahu, semesta punya rahasia.
All Rights Reserved
#558
diterbitinclover
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  •  Mengikhlaskanmu Di Ujung Senja (PROSES REVISI)
  • Langit Pemisah【END】[Sudah terbit]
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • The Last Birthday With You
  • Pieces of Light
  • Gus Bara
  • TENTANG AWAN, HUJAN, dan BUMI

[Proses Revisi] Ntah apa yang menurut semesta ini lebih menyakitkan dibandingkan orang tua yang berkeji hati pada sang buah hati. Segala sarwa kehidupan menjadi saksi kepahitan. Ntah sejuta nestapa lara yang terpendam, terkubur jauh lebih dalam, terbendung nyata dalam atma yang telah layu. Menyisakan duka yang terlampau sendu. Aku terlalu rapuh, untuk segala hal yang telah lalu. Ntahlah agaknya, aku terlalu sungguh, menginginkan kasihmu yang tak lagi utuh. Aku adalah aksara yang tak bermakna, sedangkan engkau fatamorgana yang kupaksa jadi nyata. Segala hal tentang keabadian fana adanya. Ini bukanlah perihal asmaraloka, ini perihal sebuah jiwa yang tak lagi utuh, yang selalu jatuh, yang terlihat tangguh namun sangatlah rapuh. Sebuah jiwa yang kehadirannya tak pernah lagi tersentuh oleh tangan-tangan halus, yang dirindukan dari seorang ayah. "Ayah tak mencintaiku..tapi aku mencintainya. Sampai kapanpun akan terus mencintainya." "Tuhan mengapa hidup di dunia begitu melelahkan?" "Sunoo lelah, bolehkah Sunoo menyerah?" "Mengapa dunia begitu kejam padaku?" "Tuhan, aku lelah terus berpura-pura bahagia" "Aku sudah terbiasa kehilangan.. tetapi mengapa rasa sakit selalu datang saat aku kembali merasakan kehilangan?" "KENAPA HARUS AKU YANG MERASAKAN INI SEMUA?!" (Baru revisi bagian awal. Sisanya belum. Kalo ada kekurangan mohon maaf, bagian awal mungkin kurang seru, tapi coba baca sampe akhir, dijamin seru! Kalau kata orang sih gitu... Hehehehehe) Cover by : ZaAera20 Multi language Ada bahasa kasar sedikit Narasi : baku Dialog : non baku Mengandung kekerasan⚠️ Terdapat unsur bullying ⚠️ Start : 23 Februari 2021 End : 28 Agustus 2021 Cerita ini murni ide author, jika menemukan kesamaan cerita, itu hanya sebuah kebetulan Dilarang keras mengcopy cerita Zera!⚠️ Cerita Zera diperuntukkan untuk di baca.. bukan di copy atau di plagiat

More details
WpActionLinkContent Guidelines