Light In The Royal Sky

Light In The Royal Sky

  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 29, 2019
Mama bilang aku adalah sepatu kaca, yang hanya dimiliki dan dipakai oleh Cinderella. Papa bilang aku adalah mutiara langka dari dasar laut terdalam. Namun, lelaki itu bilang bahwa aku adalah gelas kaca yang tidak pernah diisi air dan hanya disimpan di lemari. Aku, perempuan dengan gaun sutra yang membosankan dan seorang anak tunggal dari pasangan suami istri itu, untuk pertama kalinya menggunakan seragam sekolah. Duduk di bangku SMA menyenangkan juga. Terutama saat aku bertemu dia.
All Rights Reserved
#477
realitionship
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinderella Vs Pangeran Drama
  • CEO WOMEN X CHILDISH GIRL
  • GRIZLEN {On Going}
  • Papa!
  • Cinderella "Converse"
  • My Precious Lady
  • Red Shoes [END]
  • Naura & Lukanya
  • So Lucky To Be Your Wife [COMPLATE]

Bagi Cindra, menjadi asisten pribadi Leonardo Marlon Atmaja itu bukan soal karier, tapi soal uji nyali. Leo bukan pangeran 'charming' berkuda putih, melainkan Pangeran Kodok super manja yang punya hobi aneh: merusak kehidupan asmara Cindra! Sudah tiga kali Cindra mencoba menjalin hubungan dengan cowok lain, hanya agar hidupnya bisa sedikit berwarna di luar tembok Istana Atmaja. Namun, tiga kali berpacaran, tiga kali pula ia diputuskan tanpa alasan yang jelas. Ternyata, dalangnya cuma satu: Leo. Dengan 1001 cara ajaib dan akal bulus, Leo sukses "membeli" para mantan Cindra supaya menghilang dari hidupnya. Bagi Leo, bersaing secara sehat itu membosankan. Kalau bisa disabotase dengan uang dan kekuasaan, kenapa tidak? Namun, permainan Leo kali ini kebablasan. Saat dia mencoba menggunakan cara yang sama untuk menyingkirkan Chef Pram-Chef pribadi keluarga Atmaja yang justru mendapat restu penuh dari Mama Cindra. Segalanya lalu meledak. Sepatu kaca itu akhirnya pecah karena ego dan obsesi Leo. Cindra memilih melangkah pergi dengan luka yang teramat dalam, meninggalkan Leo yang tertinggal dalam kehancuran dan penyesalan. Sang Pangeran Kodok kini benar-benar sendirian, dipaksa belajar mandiri dan melangkah di atas kakinya sendiri tanpa harus menyabotase hidup orang lain. Dan yang paling menyakitkan: ia harus melangkah tanpa Cindra. Cindra memilih menghilang. Setahun berlalu. Di sebuah pesta perpisahan, sebuah sepatu terjatuh di tengah kesunyian malam. Leo berdiri di sana, memungut sepatu yang sangat dikenalinya. Tapi kali ini, ia bukan lagi Leo yang dulu. Ia sudah berubah. Lalu, apakah Leo akan mencari pemilik sepatu itu? Ikuti keseruannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines