Aku senang sekali jika Bunda menyuruhku untuk untuk ke rumah Tante Megan, karena dengan begitu aku bisa mendapatkan kesempatan untuk bertemu Fabio. Yah...Fabio anak Tante Megan yang di mataku cakepnya gak ketulungan. Senyumnya...alamak mengalihkan duniaku. Tapi sayang senyum itu tidak pernah sekalipun ditujukan padaku.
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.