Story cover for Ayla by khalilahnafisah
Ayla
  • WpView
    Reads 469
  • WpVote
    Votes 88
  • WpPart
    Parts 20
  • WpView
    Reads 469
  • WpVote
    Votes 88
  • WpPart
    Parts 20
Ongoing, First published May 14, 2019
Kadang orang yang paling kamu sayangi  bisa saja menyakitimu kapanpun.

Perpisahan datang dan kamu akan merasakan dia hilang dan bukan menjadi milikmu lagi. 


Ayla seorang gadis yang begitu cantik tidak bisa melupakan masa lalu nya bersama Rafi. Sahabat kecil nya. 

Dan Ayla pun bertemu dengan Ren seorang cowok yang mampu mengubah semua isi hati nya. 

Lalu bagaimana kelanjutan kisah Ayla dan Ren? 

-Langsung baca aja-

Jangan lupa vote+komen!!!!
All Rights Reserved
Sign up to add Ayla to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 8
Saat Cinta Tak Terucap cover
Tenggelam Dalam Rindu  cover
Second Lead (Toxic) ✓ cover
aku atau dia? || Fenly Un1ty || cover
Stolen Before Fallen cover
Waktu?  cover
Antara trauma dan kesempatan kedua cover
Game of Hearts [REVISI] cover

Saat Cinta Tak Terucap

29 parts Complete

Aira, seorang mahasiswi seni yang introvert, merasa nyaman dengan dunianya yang sunyi. Di balik ketenangannya, ada luka lama yang masih mengganggu hatinya-rasa takut untuk jatuh cinta lagi setelah perpisahan traumatis dengan ayahnya. Ia memilih untuk hidup tanpa melibatkan perasaan, menjalani hari-harinya dengan rutinitas yang aman dan terkontrol. Namun, semuanya berubah saat ia bertemu dengan Raka, seorang mahasiswa film yang baru pindah ke kampusnya. Raka yang ceria dan penuh perhatian membuat Aira merasa tak nyaman, tetapi perlahan ia mulai melihat sisi lain dari diri Raka yang membuatnya merasa dihargai dan dipahami. Meskipun demikian, Aira masih diliputi ketakutan akan hubungan yang lebih dalam. Seiring berjalannya waktu, perasaan antara mereka semakin berkembang, tapi Aira berusaha keras untuk menghindarinya. Dia takut jika dirinya membuka hati, luka lama itu akan terbuka kembali. Raka, yang jatuh cinta pada Aira, tidak ingin menyerah begitu saja. Dia tahu ada lebih banyak di dalam diri Aira, dan dia bersedia menunggu. Akankah Aira mampu menghadapi ketakutannya dan menerima cinta yang datang dengan perlahan? Ataukah ia akan terus membiarkan cinta yang indah itu hanya menjadi sesuatu yang tak terucap?