Story cover for Dirimu & Senja  by Sabilaelrusda
Dirimu & Senja
  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published May 14, 2019
Senja muncul kembali di pelupuk mata. Awan menari perlahan, syahdu. Sentuhan angin di wajahku mengembalikan senyumanku yang entah berapa lama telah pudar.
Lalu, teringat kembali awal mula aku mengenal senja. Warnanya jingga, lembut, menenangkan, semua terlihat alami tidak berlebihan. Rasanya aku mulai mengenal apa itu jatuh cinta pada pandangan pertama. Setiap sore sehabis beraktivitas, senjalah yang selalu kunanti, karena senjalah satu-satunya pengobat luka apapun pada saat itu.
All Rights Reserved
Sign up to add Dirimu & Senja to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Senja Yang Tak Kembali  cover
Senja Dan Rindu cover
Senja Di peluk Awan  cover
Cerita Tanpa Akhir [Completed] (Proses Penerbitan) cover
FORGET ME NOT cover
Senja Merindu cover
Mencintaimu Dari Ujung Senja cover
Kau Pergi Tinggalkan Luka cover
»The Love Behind Secrets!  cover
Cinta untuk Senja. cover

Senja Yang Tak Kembali

26 parts Ongoing

Senja selalu punya cara untuk mengingatkanku padanya. Pada warna jingga yang memudar perlahan, pada langit yang semakin gelap, dan pada perasaan yang tak pernah benar-benar pergi. Aku masih mengingatnya dengan jelas- hari pertama aku melihatnya, tawa kecilnya yang ringan, dan caranya berbicara seolah dunia ini adalah tempat yang penuh keajaiban. Aku juga masih ingat saat aku akhirnya mengumpulkan keberanian untuk mengungkapkan perasaanku, hanya untuk mendengar jawaban yang sudah kutakutkan sejak awal. "Aku nggak bisa, Rak... Maaf." Kalimat itü terus terulang di kepalaku, seperti kaset rusak yang tak bisa kuhentikan. Tapi anehnya, aku tetap di sini. Aku tetap bertahan. Mungkin ini bodoh. Mungkin aku hanya menggenggam sesuatu yang seharusnya kulepaskan sejak lama. Tapi, bagaimana caranya melepaskan sesuatu yang sudah menjadi bagian dari diri sendiri? Senja yang pernah menyatukan kami kini menjadi saksi bahwa beberapa hal memang tidak bisa kembali seperti dulu. Namun, meski tak bisa kumiliki, aku masih menyimpan perasaan ini. Bukan untuk berharap, bukan untuk menunggu, tetapi sekadar untuk mengenang bahwa aku pernah mencintai seseorang dengan seluruh hatiku. Dan itu sudah cukup.