Literasi Rindu

Literasi Rindu

  • WpView
    Reads 424
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 28, 2025
Ketika Kamu pergi maka tinggal hanya ada Aku dan Kenangan, Luka dan Rindu yang tak urung pergi mengisi lembaran-lembaran kisah hidupku yang memilukan. Terdengar menyedihkan bukan? Karena kebanyakan Rindu hanya berupa Kenangan, entah itu bahagia atau Luka. Selamat bersua denganku si Perindu. Mari merindu. Bukan untuk mengulang Luka apalagi mengulang Kisah, hanya untuk mengenang bahwa pernah ada tawa yang begitu berharga dengannya, juga tangis yang begitu pilu karena dia memilih berlalu. Bukan untuk terlihat menyedihkan kemudian membuatnya menyesal namun percayalah Luka yang Dia torehkan memang begitu hebat, karena rasakupun begitu hebatnya, kemudian menjadi tak berarti dimatanya. Disaat Rindu terus hadir berbisik pilu, meminta untuk lekas bertemu. Sedang Aku dan dia tak lagi satu tuju, hanya sebuah pena dan secarik kertas tempatku mencurah rindu. 💕💕💕 Nah, tulisan ini ku persembahkan kepada kalian-kalian yang tak bisa menyampaikan rindunya entah itu karena hanya mantan, yang terlewatkan, ataupun yang takkan pernah mengucapkan. Selamat merindu dan membaca... NC💕
All Rights Reserved
#39
yah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love In Paris (COMPLETED)
  • Remaja
  • harapan yang pupus
  • Sekali Lagi (End)
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Ketika Tulisan bercerita?
  • Antara Jarak Dan Waktu

(BEBERAPA PART DI PRIVATE. FOLLOW TO READ IT!) "Manusia tidak akan pernah abadi. Tapi cinta, akan selalu abadi bersamamu." Wanita itu berharap bahwa ia bermimpi sekarang. Bagaimana bisa, sosok yang ia ketahui sangat mencintainya, berlalu begitu saja meninggalkan jejak kepahitan. Hari berlalu bagaikan sewindu. Begitu lama. Dan selama itu pula rasa sakitnya masih bermuara di dalam sana. Hingga suatu hari, seseorang datang dalam hidupnya. Membangkitkan binar di mata birunya lagi. Membangkitkan gelora yang selama ini terpendam. Namun ternyata tidak semulus itu. Sakit hati dan kepahitan perlahan menghujaminya kembali. Sampai ia tahu suatu kebenaran. Kebenaran yang tak pernah ia sangka sebelumnya. Kebenaran bahwa ia berada diantara dua cinta. Cinta yang sebelumnya sempat ia ragukan. Cinta yang begitu sempurna.

More details
WpActionLinkContent Guidelines