Je t'aime

Je t'aime

  • WpView
    Reads 1,245
  • WpVote
    Votes 72
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadComplete Mon, Apr 13, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Aku menatapnya. Sosok itu. Di antara milyaran laki-laki yang ada di muka bumi, dia adalah salah satu yang mampu membuatku berjalan menghampirinya. Laki-laki itu, semakin aku mengenalnya lebih dekat, semakin aku memiliki perasaan padanya. Lalu aku tahu, dia bukan hanya sebuah bayangan yang selalu muncul di pikiranku. Itu nyata. Sosok itu benar adanya. Kami dekat, begitu dekat, hingga bayangan di bawah kaki kami menyatu. Untuk pertama kalinya, perasaan ini hadir dalam hidupku. Namun bagaimana jika kedekatan itu hanyalah bayangan semata? Bagaimana jika sebenarnya kami tidak menyatu, tapi hanya terus saling menatap seperti ini? Bagaimana jika sosok itu adalah janji yang tak pernah bisa terpenuhi karena itu hanya.. semu? Saat kusadar bahwa cahaya dapat merubah bayangan. Dua sosok hitam di bawah kaki kami tak lagi menyatu, kulihat perlahan semakin menjauh dan menghilang. Tapi sosok itu tetap ada. Tidak menghilang dan tetap di depanku. Hanya saja, sosoknya diam. Tak lagi melangkah ke arahku. Jika aku tetap berdiri di sini dan tak pergi, akankah dia kembali melangkah ke dalam hatiku? Akankah semua kisah yang kuceritakan padanya terdengar jelas? Akankah cahaya membawa kembali bayangannya untuk menyatu dengan bayanganku? Dan, jika saatnya aku harus pergi.. Akankah dia tetap menjadi seseorang yang pernah melangkahkan kakinya ke arahku?
All Rights Reserved
#45
kisahnyata
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You're Here, But Not For Me
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Cinta dan pencarian diri
  • Titik Yang Benar
  • You Are Still The Winner
  • In The Sunrise
  • Hidup di Dalam Bayangan
  • When his name is
  • Senja merindu fajar

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.

More details
WpActionLinkContent Guidelines