Mampir Hampir

Mampir Hampir

  • WpView
    Reads 1,219
  • WpVote
    Votes 147
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 9, 2021
"Kadang aku nggak paham kenapa kehilangan selalu menjadi yang paling dominan di akhir pertemuan. Banyak orang-orang yang bertemu orang baru, tapi di akhir tetap saja mereka tak pernah bisa satu tuju." Ungkap seorang gadis berbulu mata lentik itu sambil terus menatap gedung-gedung tinggi di hadapannya. "Apa setiap fase dalam kehidupan itu begitu, ya, Ga?" Lanjutnya lagi, melempar pertanyaan pada seorang lelaki yang sudah menatap dalam dirinya. "Nggak semuanya. Mungkin kemarin kita bertemu dengan orang-orang yang hanya bisa dijadikan pelajaran, bukan teman untuk perjalanan." Jawab lelaki itu, dengan memberikan senyum di akhir ucapannya. "Na," lirihnya lagi. "Kadang, orang-orang yang tepat itu memang tidak pernah terlihat, selama kamu masih menutup matamu, mencari ke sana sini apa yang sebenarnya sudah pergi. Sampai nanti, sampai kamu paham apa maksud dari ucapanku ini." "Maksudnya, Ga?" •••
All Rights Reserved
#266
rangga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ketaksaan Cinta ✔️
  • ARKALYA (END)
  • ARGA : THE SAVAGE BOY {END}
  • KEPERGIAN SENJA
  • Gone(✔)🔚
  • Harapan Bunga Terakhir
  • GREENSTA [END]
  • Ex or New? [REVISI]
  • AURORA [END]

[ TAMAT ] Rangkaian cinta dan suka di masa-masa SMA mungkin sudah biasa, atau mungkin bisa dikatakan suatu nalurinya para remaja. Aku cinta kamu, kamu cinta aku, lalu kita pacaran dan berakhir dengan 'Putus'. Ya seperti itulah metamorfosanya. Yoga sang laki-laki yang sangat dingin, bisa berubah seketika hanya karena melihat atau bertatap muka dengan perempuan yang sangat ia kagumi sejak kelas 10 SMA. Afifah sang siswi pecicilan, bisa-bisanya belagak manis didepan lelaki yang mampu membuatnya jatuh hati. Tetapi sayang, mereka semua tak mampu untuk mengutarakan perasaan mereka masing-masing, karena latar belakang masalah pribadi yang membatasi mereka. Akankah mereka berhasil jujur dengan perasaannya masing-masing? Akankah mereka berhasil untuk berteduh di satu hati? Atau, akankah mereka berpisah hanya karena masalah yang terlalu berat untuk dijalani? -Lari dari masalah mungkin jalan terbaik- (?) Copyright © 2018 ⚠️⚠️⚠️Attention Pleasee⚠️⚠️⚠️ 1. Aku minta maaf terhadap cara kepenulisanku yang sangat atau masih beratakan. 2. Aku minta maaf terhadap typo-typo yang banyak. Aku seorang penulis biasa yang tak terhindar dari typo. 3. Foto-foto objek bukanlah punyaku. Jadi mohon maaf ya. Kalau kalian tahu itu punya siapa beri tahu aku ya 😊

More details
WpActionLinkContent Guidelines