Mampir Hampir

Mampir Hampir

  • WpView
    Reads 1,219
  • WpVote
    Votes 147
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 9, 2021
"Kadang aku nggak paham kenapa kehilangan selalu menjadi yang paling dominan di akhir pertemuan. Banyak orang-orang yang bertemu orang baru, tapi di akhir tetap saja mereka tak pernah bisa satu tuju." Ungkap seorang gadis berbulu mata lentik itu sambil terus menatap gedung-gedung tinggi di hadapannya. "Apa setiap fase dalam kehidupan itu begitu, ya, Ga?" Lanjutnya lagi, melempar pertanyaan pada seorang lelaki yang sudah menatap dalam dirinya. "Nggak semuanya. Mungkin kemarin kita bertemu dengan orang-orang yang hanya bisa dijadikan pelajaran, bukan teman untuk perjalanan." Jawab lelaki itu, dengan memberikan senyum di akhir ucapannya. "Na," lirihnya lagi. "Kadang, orang-orang yang tepat itu memang tidak pernah terlihat, selama kamu masih menutup matamu, mencari ke sana sini apa yang sebenarnya sudah pergi. Sampai nanti, sampai kamu paham apa maksud dari ucapanku ini." "Maksudnya, Ga?" •••
All Rights Reserved
#522
yogyakarta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PESAN UNTUK RAYAN
  • KEPERGIAN SENJA
  • AURORA [END]
  • Jingga dan Senja [SUDAH TERBIT]
  • Harapan Bunga Terakhir
  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • Ketaksaan Cinta ✔️
  • ARKALYA (END)
  • ARGA : THE SAVAGE BOY {END}

[FOLLOW SEBELUM BACA] Ini kisah perjalanan seorang gadis SMA yang berusaha melupakan luka hatinya di masa lalu, Ara. Lengkapnya Lunara Thalia Al-Hanan. Seorang remaja yang memiliki paras cantik, berpostur badan tinggi dengan sedikit gaya tomboinya yang terkadang membuatnya begitu judes dengan laki-laki. Hingga akhirnya, Ara bertemu dengan Rayan. Cowok berwajah tampan dengan bulu mata lentiknya yang nyaris membuat semua cewek merasa terhipnotis olehnya. Bertolak belakang dengan ketampanannya, Rayan memiliki hati yang sangat dingin serta keras kepala seakan otaknya telah berubah menjadi batu. "Gue tanya sama lo! emang gue salah suka sama lo? apa selama ini gue bikin hidup lo berantakan karena gue?" tanya Ara terlihat menahan air matanya. "Lo sadar ga? kalo kelakuan lo di hadapan gue selama ini, itu MURAHAN! Bahkan lebih murah daripada harga diri seorang PELACUR!" Teriak Rayan sambil menunjuk Ara dengan jari telunjuknya. Air mata gadis yang tengah direndahkan itu seketika membuncah, membanjiri kedua pipinya. Semua siswa yang hadir di sana tercengang menyaksikan hinaan Rayan yang seakan tidak ada hati dalam dadanya. ⚠️NO PLAGIAT! MENCURI KARYA ORANG LAIN SAMA SAJA MELAKUKAN PERBUATAN KRIMINAL❗❗❗⚠️ [YUK KREATIF DENGAN KARYA SENDIRI]

More details
WpActionLinkContent Guidelines