Serumit Cinta Yara

Serumit Cinta Yara

  • WpView
    LETTURE 567
  • WpVote
    Voti 108
  • WpPart
    Parti 13
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione dom, ago 30, 2020
"Mana yang harus ku pilih?"Resah --ASIYAH NAYYARA. Terlibat dalam cinta segitiga dan mengharuskan orang yang kita sayang meninggalkan kita? Bagaimana perasaan kalian? Menyakitkan bukan? Ingin tau kelanjutan kisah Nayyara? Yok simak!!! Dengan membaca cerita ini👌 Jangan lupa Follow!!! Vote!!! And Coment!!! Update jika Author sedang Mood ingin menulis hehehe... Tapi saya usahakan untuk update secepatnya:)
Tutti i diritti riservati
#869
pengorbanan
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Air Mata Cinta Di Teras Surga ( SELESAI )
  • Alhamdulillah Berjodoh
  • Mungkinkah DIA Untukku {SELESAI}
  • What Makes You Beautiful [SELESAI] ✔️
  • Dynamics Of The HEART (TAMAT)
  • Kutunggu Hijrah Subuhmu (TERBIT)✅
  • Dipertemukan, lalu dihalalkan
  • Imam dari Sepertiga Malam
  • Cinta Dalam Luka [SUDAH TERBIT]
  • Mahligai Cinta [END]✓

Malam ini, beberapa hari setelah aku kembali dari Arab Saudi, aku bersama ayah dan ibuku datang ke rumah salah seorang kerabat ayah untuk bersilaturrahmi di hari raya, dalih kami. Padahal, yang sebenarnya adalah kami memiliki maksud dan tujuan yang lebih utama dari bersilaturrahmi di hari raya, yakni untuk melihat gadis yang diinginkan ibu menjadi calon istriku. "Naira. Naira Salsabila nama lengkapnya. Naira ini adalah putri kandung kami." Begitu ayah gadis yang ingin kulihat itu memperkenalkan putri beliau kepadaku, dan kepada ibu dan ayahku, saat Naira, sapaan si gadis berhijab orange muda, menyajikan teh untuk kami yang sedang bertamu ke rumahnya. Naira, gadis berumur dua puluh tahun itu perlahan mulai mencuri pandanganku. Wajah putih lembut. Pipi yang merona. Tatapan matanya yang sendu. Senyum tipis yang mengunci bibir. Sikapnya yang santun. Pandangan yang senantiasa terkurung sungkan. Semua hal yang sungguh indah lagi anggun di mataku tersebut, seakan tak membiarkan hatiku untuk ragu pada niat suciku terhadapnya. Bahkan, sedikitpun keraguan tak ada bayangan akan tumbuh.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti