Sincerity

Sincerity

  • WpView
    Reads 911
  • WpVote
    Votes 206
  • WpPart
    Parts 33
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 11, 2021
Kesakitan maupun kebahagiaan tidak pernah ada yang tau. Entah mana yang bisa diciptakan atau entah mana yang hanya mengikuti alur ketetapan. Mendapati kesakitan lalu menemukan kebahagiaan, atau justru mendapat kebahagiaan lalu menuju jurang kesakitan. Raka, Calla, dan Saka. Entah akhir yang bagaimana bagi ketiga insan pelekuk nestapa itu. Tapi yang jelas, masing-masing dari mereka punya luka. Luka yang dihasilkan dari rasa tulus dalam diri. Start : April 2020
All Rights Reserved
#61
pertentangan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Elegi Rasa : Pergi
  • STORY KEISHA (TAMAT)
  • Valcano
  • Paradise
  • When Love Calls [END]
  • Sinful (Tamat)
  • BERISIK (END)
  • Dandelion
  • Celine (End)

Kadang menjadi begitu terlambat menyadari sesuatu akan membekaskan rasa sakit yang tak lekang oleh waktu. Saat cerita yang kelewat singkat dilalui menghantarkan pada sakit yang menghantui. Safir sudah merasakannya. Dua kali dalam hidup ia seperti dipermainkan rasa. Nila yang tak mau melihat. Dan Bianca yang pergi pada sesuatu yang tak terlihat. Ketika sepi melanda. Bukannya pada dunia yang luas, hanya pada dunianya sendiri yang tiba-tiba runtuh. Safir merasa begitu buruk di mata Bianca. Merasa begitu lelah di hadapan Nila. Dan malam itu, harusnya ia berusaha lebih keras. Saat si gadis berkata, "Aku pamit pulang, ya." Harusnya Safir membujuk lebih tegas. "Biar aku yang antar." Kenyataannya, Safir menjadi begitu terlambat. Saat rasa itu mulai tertambat. Hatinya justru sakit tanpa ada yang membebat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines