Harusnya Gua!

Harusnya Gua!

  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 18, 2019
Zia, gadis yang tinggal di rumah sahabat kecilnya, Arjuna. Karena, orang tua Zia harus mengurus bisnia mereka di Jepang. Awalnya, Zia sangat bahagia, bisa satu rumah dengan orang yang dia suka. Namun, setelah mengetahui fakta bahwa Arjuna menyukai sahabatnya, Iren. Zia gelisah, dia ingin menjauhi Arjuna. Namun sangat sulit karena mereka selalu berinteraksi dan berdekatan setiap saat. Kehadiran Varo, membuat Zia perlahan-laham bisa menjauh, namun tetap saja hatinya untuk Arjuna. Masih amatir guyss. Baca aja dulu!. Kalau gak suka ya udah. Zia jafi geliaah, dia ingin menghulangkan perasaan sukanya pada Arjuna karena dia tidak ngin melukai hati Iren. Namun tal mudah jika merrka terus berinteraksi dan berdekatansetiap aaar
All Rights Reserved
#91
zonanyaman
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stuck Your Love [END]
  • Denganmu Kekasih Halal (Completed) ✅
  • NEAR (COMPLETED)
  • FRIENDZONE [TERBIT]
  • From a friend to lover?
  • ARJUNA
  • Takdir (Bukan) Pilihan
  • My Crush [ END ]
  • Secret Admirer

[COMPLETED] [Di private acak, follow agar bisa membaca] Kepergok membuat hal yang semena-mena bersama sang kekasih membuat Zillva dipindahkan kesekolah milik ayahnya. Kisah baru dimulai disekolah barunya itu. Kisah Zillva yang bertemu kembali penolongnya, Elvino. Mereka menjadi sahabat, awalnya begitu. Tapi saat perhatian-perhatian kecil yang diberikan Elvino membuat ia nyaman, ia diperlakukan seperti ratu, seakan-akan dirinyalah yang paling istimewa. Terjebak perasaan cinta dengan Elvino adalah masalah besar bagi Zillva. Memendam perasaannya membuat ia dilema. Merelakan Elvino menjalin kasih dengan orang lain adalah hal yang Zillva benci, tapi itu yang terjadi. "Hanya bisa melihat tanpa berkata dan memendam tanpa mengungkapkan rasa, mungkin itu yang terbaik." -Nashwa Zillvandani

More details
WpActionLinkContent Guidelines