Story cover for Danger Head by DillaHaha_
Danger Head
  • WpView
    Reads 419
  • WpVote
    Votes 89
  • WpPart
    Parts 35
  • WpView
    Reads 419
  • WpVote
    Votes 89
  • WpPart
    Parts 35
Ongoing, First published May 16, 2019
Jumpa lagi dicerita Danger Head, walau sebetulnya bukan cerita sih hehe^^
Setelah berkali kali Publikasi sampai akhirnya Unpublikasi cerita, akhirnya kembali juga. Sebenarnya nggak niat gitu, tapi yah kosong rasanya tanpa karya. Walaupun karya saya jauh dari kata sempurna hoho-,-

 BYE BYE!
All Rights Reserved
Sign up to add Danger Head to your library and receive updates
or
#456penantian
Content Guidelines
You may also like
You're Here, But Not For Me by MyMiela
8 parts Ongoing
Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.
You may also like
Slide 1 of 9
Makna Temu cover
Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•|| cover
Perihku Ditinggalkan cover
You're Here, But Not For Me cover
Coretan Rindu cover
kisah Satria & Aira [End] cover
TIAP-TIAP PUNYA MASING MASING cover
Tepian Semu || Lilynn✅ cover
Can You Give Me One More Chanche  cover

Makna Temu

43 parts Complete

Biarlah semua menjadi titik di akhir cerita. Walau sebenarnya aku menginginkan koma untuk meneruskan cerita. Titik bukan berarti akhir ia hanya menjeda entah dilanjutkan dengan cerita yang sama atau dengan cerita yang baru. Pertemuan tidak pernah salah, hanya saja kita yang sering gagal memaknainya. #sebuah perjalanan dari titik gelap menuju titik terang