Heart's Content

Heart's Content

  • WpView
    Reads 259
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadComplete Fri, Oct 4, 2019
Gataula gua. "Enggak! Gue gak suka ama dia! Gue benci!". Yah inilah perasaan gue sekarang. 16 Mei, sungguh hari yang, gue gatau lagilah. ~ Jadi ini tuh kayak semacam diary gtu. Asli dari kejadian yang gue alamin. Gue cuman mo nulis aja. Kalo mau, ya baca aja. Mana tau, kita sehati? Haha. Kita enjoy2 ajalaa~ ~ Cast: -Hain Sanan -Nana -Azon -Diwan -Si F, S, A, P, I, K, L ~ Libur di hari sabtu dan minggu~
All Rights Reserved
#2
cwo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Canvas of Love (Tamat)
  • I Want U! (Tamat)
  • Blonde & The Cold Heart [TERBIT]
  • Mamaku Mantan Antagonis (Tamat)
  • My protective and perfect boyfriend
  • Lucky ㅡ [COMPLETED]
  • Abang? Suami?!!![TAMAT]
  • East sky first love
  • Cukup Mengagumimu [SELESAI]
  • CLBK (Cisah Lama Belum Kelar)

Berapa banyak pengorbanan yang harus kujalani demi mendapat pengakuan darimu, Ma? Itulah pertanyaan yang melekat erat, terpaku, begitu dalam di memoriku. Mama yang tidak mau memasukkanku ke dalam dunianya, memilih membuangku demi cintanya kepada keluarga baru, dan menjadikanku pengemis kasih sayang. Segala cara kulakukan agar terlihat pantas baginya, bagi Mama, hingga ajal menjemput. Hatiku beku, segala cinta yang kuharap ternyata sepihak saja. Namun, ada keajaiban lain yang mengirimku ke kehidupan baru. Kepada keluarga baru. Menjalani segala hal yang dulu begitu kudamba. Di sinilah keluarga yang tidak memaksaku memohon sesendok perhatian dan segenggam kasih. Aku tidak perlu mengemis sama sekali. Akan tetapi, segala yang indah pun memiliki akhir. Maut kembali bertandang, membawaku menjauh dari hartaku yang paling berharga. Kupikir aku akan benar-benar dikirim ke dasar kehancuran setelah dipisahkan dari cahaya mentari. Sumber kebahagiaan. Namun, hal aneh terjadi. Aku kembali ke kehidupan pertamaku. Ke neraka yang menempaku sebagai makhluk menyedihkan, manusia yang tidak punya harapan. Kali ini aku takkan bertindak bodoh. Sudah cukup mengemis perhatian Mama. Aku tidak butuh segala pengharapan palsu yang dulu mati-matian kuperjuangkan. Segala yang tidak ditujukan bagiku tidaklah penting. Sekarang aku akan menjalani kehidupan sesuai dengan kehendak milikku, pilihanku, sebagaimana yang pernah diajarkan oleh keluargaku di kehidupan kedua. Aku bukan lagi seekor ngengat yang tergoda cahaya di malam hari.

More details
WpActionLinkContent Guidelines