"Perfect Boy"

"Perfect Boy"

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 17, 2019
Bugh!! Suara hantaman yang membabi buta itu terus menyaring dialat pendengarannya dengan susah payah untuk menjauhkannya tetapi hasilnya nihil dia tidak bisa memisahkan orang yang ada dihadapannya karena tenaga mereka cukup kuat untuk mendorong gadis mungil yang tepatnya bernama Alika Dravidra Hurley. Laki-laki itu kini telah berhasil melumpuhkan lawannya sekarang pandangannya berubah menuju perempuan yang telah menelungkupkan tangannya diatas meja tepatnya dia sedang bersembunyi karena ketakutan. Laki-laki itu menghampirinya kini ia merasa iba atas perlakuan seorang bajingan seperti 'dia' setelah membereskan semuanya dia mulai membisikan pertanyaannya kepada Alika. "Are you okay? "Tanya lelaki itu. "No I'm afraid I went to go home!"Alika mulai menyahut walaupun tubuhnya bergetar hebat karena ketakutan. "It's oke!Aku akan mengantarmu pulang"Jawab lelaki itu yang segera membopong tubuh Alika dan sontak saja hal itu membuat Alika kaget karena dengan tiba-tiba lelaki itu membopongnya. #HayHay✋BantuVoteOkeh! 😊🙏
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stay (Away)
  • 𝐒𝐡𝐞 𝐢𝐬 𝐦𝐲 𝐆𝐢𝐫𝐥•| [On going]
  • SYAKILA
  • CARBIL
  • Arsyilazka
  • ice bear kesayangan
  • KAY.EL STORY||END||
  • Sweet But a Little Psycho (COMPLETED✔)
  • ICE BOY (SUDAH TERBIT)
  • ADYRA

⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b

More details
WpActionLinkContent Guidelines