Story cover for KATA PERKATA by Monichafrs
KATA PERKATA
  • WpView
    Reads 191
  • WpVote
    Votes 148
  • WpPart
    Parts 29
  • WpView
    Reads 191
  • WpVote
    Votes 148
  • WpPart
    Parts 29
Ongoing, First published May 17, 2019
Haii, gue Monicha Fransiska.Salam kenal sebelumnya:)
   Manusia itu emang egois ya,termasuk egois untuk perasaannya sendiri.Manusia itu keras ya,keras dalam menilai karya orang lain untuk kepuasan dirinya sendiri. 
Kata yang terangkai menjadi kalimat  sampai pragraf itu terkadang menjadi kepuasan untuk diri sipenulis,entah itu apa yang dia rasa atau keadaan disekitarnya.
All Rights Reserved
Sign up to add KATA PERKATA to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat by zei_llyn
18 parts Ongoing
"Kamu harus mendapatkan nilai sempurna." Ucap papaku dengan suara tegas, seolah-olah aku tak punya pilihan selain menjadi sempurna di matanya. "Kamu harus selalu mengalah dengan kakakmu." Ucap mamaku tanpa ragu dan menuntut. Bagi mama, akulah yang harus mengerti kakak dan mengalah jika bertengkar dengan kakak entah kakak yang benar atau salah. "Ini semua salahmu! Andai saja aku tak memiliki adik sepertimu!" Ucap kakakku dengan mata penuh kebencian, seakan keberadaanku adalah kutukan yang merusak hidupnya. "Kakakmu itu sudah sangat menderita, jadi kamu harus mengerti dia." Ucap nenekku, seperti akulah yang membuat kakak semakin menderita. "kamu mah enak! kamu pintar dan punya orangtua kaya!! Ga ada yang kurang dari hidupmu." Ucap salah satu teman perempuanku dengan nada iri, tanpa tahu betapa sepinya hidupku. "kamu beda banget sama kakakmu ya. Kakak mu cantik banget, tapi kamu? Jelek parah." Ucap salah satu teman laki-lakiku sambil tertawa, seolah aku hanyalah lelucon menyedihkan di matanya. "Terima kasih... Kamu selalu menjadi pendengar yang baik." Ucap sahabatku dengan nada lembut, tapi entah kenapa kata-katanya terasa seperti pengingat bahwa aku hanya ada untuk mendengar, bukan untuk didengar. Lalu, kakek menatapku. Matanya teduh, penuh kasih, berbeda dari yang lain. "Apa kamu benar-benar baik-baik saja, cucuku?" Ucap kakekku, satu-satunya suara yang terdengar tulus di antara semua itu. Aku ingin menangis. Aku ingin berteriak bahwa aku tidak baik-baik saja. Aku ingin mengatakan bahwa aku lelah, bahwa aku tak tahu harus bagaimana lagi. Tapi aku tersenyum lebar pada kakekku. Aku menahan air mataku agar tak jatuh, karena aku tahu... air mata tidak akan mengubah apa pun. "Aku baik-baik saja." Ucapku dengan nada ceria yang ku paksakan, seperti biasa. • Hasil karya sendiri • bahasa baku dan non baku • maaf kalau ada kesamaan tempat, nama, dsb dalam cerita *** Happy_Reading ***
You may also like
Slide 1 of 10
Monolog cover
GOLDEN CAGE  cover
𝐒𝐇𝐀��𝐊𝐀𝐑𝐓𝐀 (REVISI ULANG) cover
Don't  Fall  For  The  Golden  Boy  (DAENGSUNG/MYUNGNYANGZ) cover
ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat cover
THROWBACK cover
What Is Family? [COMPLETE]  cover
HAPPY ✅ cover
Let Me Save You [Vkook]  (END) cover
feeling of love cover

Monolog

105 parts Ongoing

Sebuah rangkaian kalimat yang dilontarkan untuk diri sendiri agar bisa segera bangkit dari hari-hari yang patah