ANANTA
  • WpView
    LETTURE 1,526
  • WpVote
    Voti 333
  • WpPart
    Parti 10
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione sab, mar 21, 2020
Genggaman tanganmu semalam gemetar. Aku paham sekali genggaman itu. Percayalah bahwa tanganku juga pernah sama gemetarnya, tanganku pernah kehilangan kekuatannya ketika kamu memutuskan menjauh begitu saja tanpa aba-aba seakan aku tidak pernah berarti apa-apa. Ikhlaskan lah aku, katamu. Ikhlaskan, ucapmu? Ya, aku protes. Aku ingat bagaimana dulu kamu tidak memberiku kesempatan sedikit pun untuk meninggalkan mu, padahal aku tidak ada niat sama sekali melakukan itu. Bahkan untuk sekedar berpamit sebentar pun kamu sangat gelisah dengan keadaan ku. Dan kali ini aku protes! Ucapan mu kala itu kini berbalik, bahkan kamu yang kini pergi. Aku hampir mati karena patah hati, dan kamulah penyebabnya. Aku tidak semangat makan, aku tidak mampu bangun dari ranjangku sampai bergerak pun aku kesulitan, semuanya karena kamu. Dan sekarang kamu ingin aku kembali mencintaimu? Baiklah, hanya ada satu cara. langkahilah waktu, cari aku di masa lalu. Iya, aku yang sudah mati itu. Karena kalau yang sekarang kamu tidak pantas mendapatkannya, tidak walau hanya sesenti saja.
Tutti i diritti riservati
#232
manja
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • ALDIR (SEGERA TERBIT)
  • Always Loving You
  • Take A Break
  • ROMANCE FROM HIGH SCHOOL
  • OUR PROMISE
  • LAST BUT LOST
  • Echoes Of Goodbye (END)
  • Gupta
  • dimana janji tersebut
  • ASRAR|

Denting luka dan riuh kehilangan berbaur jadi satu. Pecahan-pecahan perasaan berserakan di lantai jiwa kita. Rahasia yang terlalu lama disembunyikan kini berubah menjadi beban yang tak tertanggungkan. Kita mulai kehilangan-satu per satu. Kejujuran ternyata bukan hanya soal berkata benar, tapi soal keberanian untuk menanggung luka setelahnya. Kita takut berbagi sakit, takut menumpahkan amarah, takut mengakui betapa bersalahnya kita. Dan ketika semuanya pecah, hanya diam yang tersisa. --- "Dirta, jaga mereka baik-baik, ya? Aku pergi duluan. Aku sayang kamu..." - Aletha

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti