Fate/Destiny

Fate/Destiny

  • WpView
    Reads 1,353
  • WpVote
    Votes 57
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadComplete Fri, Dec 27, 2019
A fanfiction of Fate/GrandOrder "Perang cawan suci dilakukan oleh tujuh penyihir yang akan memanggil roh pahlawan." "Lalu seluruh roh pahlawan akan di panggil sebagai Servant yang mengabdi kepada Master." "Para Servant itu, akan saling membunuh demi mendapatkan cawan suci." "Yang terakhir bertahan akan dikabulkan keinginannya oleh cawan suci." Perang yang menciptakan pertarungan antara para roh pahlawan dari seluruh era, demi mendapatkan alat pengabul keinginan, itulah perang cawan suci. Namaku Andre dan aku adalah seorang penyihir. Bersama dengan 6 penyihir lainnya Berly, Charen, Mikko, Rey, Izuna dan Izunnas. Bersama kami menanggung takdir dunia sebagai seorang Demi-Servant. This story is about Hero, Desire and "Destiny".
All Rights Reserved
#486
sci-fi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Villainess Illusion
  • VILLAIN'S PRECIOUS DAUGHTER (Tamat)
  • Raven : Punishing dxd
  • Sang Manusia (Revisi)
  • TUAN VILLAINKU~ (Tamat)
  • Fate/Rising Star
  • Ashes For The Holy
  • Isekai Mahou Wa Okureteru!
  • Empat Sekawan

---- Alexandra Whitney Calister atau lady gila dari keluarga Calister, begitulah orang-orang mengenalnya. Alexa mungkin cantik dan kaya raya namun dalam hal kesopanan gadis itu sangatlah minus, bahkan bangsawan di sekitarnya lebih sering menyebutnya nenek sihir dibanding lady. Hampir semua orang di kerajaan Wynnzel tahu bahwa tak pernah ada hari yang dilewati Alexa tanpa menganggu sang putra mahkota. Untuk melindungi cintanya Alexa memilih menjadi buta, ia tidak takut dan tidak peduli akan apapun. Baik dan buruk tak lagi berbeda di matanya, asalkan keinginannya tercapai. Namun suatu hari Alexa melihat segalanya, ia pingsan dan bermimpi tentang takdirnya. Ternyata tidak akan ada kehidupan indah yang menunggu dirinya di masa depan, hanya ada jurang penderitaan dengan akhir mengerikan. ~~~~ "Alexandra Calister, adakah pembelaan terakhir yang ingin anda sampaikan sebelum menghadap kematian?" Hening. Alexa menjatuhkan lututnya ke lantai, mengubah posisinya dari berdiri menjadi berlutut. Dengan tatapan kecewa ia menatap lurus ke arah pangeran David yang masih duduk dikursinya dengan tenang. "Kau tahu Dave? Aku mengorbankan segalanya untukmu tetapi kau..." "...Mengorbankan aku, untuk segalanya!" Alexa memejamkan mata menahan nyeri di hatinya, "Jika ini adalah bayaran setimpal atas semua dosa-dosaku, maka tak apa...." "Kuharap kita tidak akan pernah bertemu lagi, bahkan di neraka sekalipun...." ---- 🦋 Warning ; This story is complicated!

More details
WpActionLinkContent Guidelines