Dear Aradea

Dear Aradea

  • WpView
    Reads 1,817
  • WpVote
    Votes 110
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 15, 2019
Dan ia telah menemukan tempatnya untuk pulang, kala rembulan memeluk bintang, selepas hujan tanpa pelangi--ia tak ingin singgah hanya untuk pergi. Pencariannya usai, sekarang saat yang tepat untuk berhenti. Memilih musim semi sebagai peraduan terakhir, ia berharap gadis itu mau menemaninya memutih bersama. Hingga waktu memutuskan untuk beristirahat, tak lagi melangkah ke detik berikutnya.
Creative Commons (CC) Attribution
#93
teenlitindonesia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MoodBoster [THE END]
  • The Perfect Boy ✔
  • Dia dan Ilusiku [Completed✔]
  • DAVINA (COMPLETED)
  • Have a Nice Dream [Completed]
  • Rembulan ; Na Jaemin [END]
  • Last Wish
  • WAVER [Completed]
  • [Bukan] Cinta Pertama
  • Senja dan Langitnya

[THE END] *REVISI* " Bahagia itu, mirip ice cream. Sederhana, juga manis. Tapi jika ice cream itu mencair, maka akan berubah menjadi sebuah tangisan " Pertemuan pertama itu sangat berarti bagi Pamela. Dan pertemuan pertama itu juga mengubah dirinya. Entah bagaimana caranya, dia bisa membuat Pamela selalu tersenyum saat di sampingnya. Walau sebesar apapun masalah yang ada, saat bersamanya, tangisan bisa berubah menjadi senyum. Hingga muncul rasa nyaman dalam diri Pamela. Hingga suatu ketika, dia pergi dan entah kembali atau tidak. Menyisakan kenangan manis dan tetesan air mata. " Apakah kamu pernah melihat hujan di bawah terik matahari? " " Tidak " " Pergilah, aku akan membuatnya untukmu dan aku harap kau membencinya "

More details
WpActionLinkContent Guidelines