Uniliteral Love

Uniliteral Love

  • WpView
    Reads 330
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 24, 2020
[Serrena Cavendish adalah gadis berusia 16 saat itu berparas cantik yg selalu semangat yg sengaja keluar dari rumahnya sendiri dan di usia nya yang ke 22 sekarang dia tinggal bersama keluarga kaya raya yg memungutnya dari jalanan Gideon Branuer,pria tampan tinggi memiliki senyuman maut yg dapat membius siapapun,di haruskan menikahi serrena cavendish oleh ayahnya namun di hari penikahannya dia malah melarikan diri dengan alasan "tidak mencintai serrena" Kevin Stanley adik dari gideon berparas tampan sama percis lah seperti kakanya namun harus menerima kenyaatan karena kakanya melarikan diri dari pernikahannya bersama serrena alhasil dia yg herus menggantikannya demi kehormatan keluarga walaupun dia tidak mencintai serrena] __________________________________________________ {By:Keysa & Zaara}
All Rights Reserved
#133
tersakiti
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Beauty and the Boss
  • PAMIT (END)
  • A Romantic Story About Serena by Santhy Agatha
  • Kami yang Berdosa
  • Kesana Kemari Tahunya Kamu (END)
  • 27 Letters To Prague ♤ [END]
  • Bronies (Berondong Manies)
  • Trapped By A Pervert
  • Melawan Restu (Sudah Tamat)

"Bilang kalau kamu mau aku pergi. Bilang kalau kamu nggak suka aku hadir di hidup kamu. Say it if you mean it." - Benara Wijaya Kamuflase cinta. Penorehan luka. Hancurnya kepercayaan untuk bertahan. Kepalsuan dalam sebuah keluarga membuat Aluna Sarasita tidak akrab akan cinta. Sampai seorang lelaki tampan nan mapan yang merupakan pemilik hotel Saint Wijaya tempat mereka dipertemukan, menetap di dunianya bak lentera dalam gulita. Terdengar seperti omong kosong! Bahkan lelaki biasa pun enggan menerima Saras apa adanya. Namun, Benara Wijaya benar-benar berbeda. Saras tahu, menerima Ben adalah sebuah kekeliruan. Sekalipun lelaki itu berupaya meyakinkannya, kehidupan Ben yang sempurna tetap menjadi alasan bagi Saras beranggapan Ben tidak akan pernah memahami kondisinya. Mereka berbeda. Bak bumi dan langit. Bak hitam dan putih. Saras pun semakin yakin untuk menghapus Ben dari hidupnya. Tanpa peduli harapan yang telah dibangun oleh lelaki itu. Tanpa peduli ada hati yang hancur berkeping-keping karenanya. Lantas, berhasilkah Benara Wijaya membawa Saras pada akhir kisahnya? Mampukah ia menyadarkan Saras bahwa perempuan itu adalah luka sekaligus bahagia terindahnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines