; Talk to the Moon

; Talk to the Moon

  • WpView
    Reads 1,179
  • WpVote
    Votes 70
  • WpPart
    Parts 46
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 9, 2020
Ini duniaku. Ini tentangku. Tentang curahan hatiku. Ini adalah sesuatu yang tak mampu perasaan lisankan. Dan ini adalah sajakku untuknya. Bacalah, walau sesaat. Aku tahu mungkin ini tak ada apanya bagi kalian. Tapi bagiku, ini adalah sesuatu yang perasaan sayangkan. Juga jika kalian ingin tahu lebih banyak, bertanyalah pada Bulan, aku telah menceritakan segalanya pada Bulan. *PERINGATAN* : bacalah sajak-sajak ini dalam latar belakang hitam dan ukuran font paling kecil.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • P E R N A H
  • WITH YOU | END
  • Me adalah Aku
  • KONSEKUENSI HATI
  • KIARA [End]
  • ALTAR RASA | END ✓ |
  • Jatuh Cinta itu Luka
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • SajakSesak 2 [Arief Aumar]

Dalam buku ini bercerita; Bagaimana 'aku' sebagai penulis, yang merangkap juga sebagai korban rasa, dan 'kamu' sebagai sebab utamanya. Perkenalan, kasmaran, patah hati, dan dipaksa mengikhlaskan adalah siklus siklus yang aku rasakan, yang aku coba susun secara kronologis berdasarkan hari-hari yang berkelanjutan. Hati manusia itu mudah berubah-ubah. Bisa jadi makin sayang, cinta, atau kebalikannya. Mungkin hari ini dia begitu mencintaimu tapi besok atau lusa tidak ada yang bisa menjamin dia akan tetap cinta. Bisa saja dia menemukan seseorang yang jauh lebih baik darimu dan menurutnya jauh lebih pantas untuk jadi dermaga hatinya berlabuh. Jadi buat kamu, jaga selagi ada, hargai selagi masih bersama. Karena melupakan emang sulit tapi melunakkan hati yang beku jauh lebih sulit.

More details
WpActionLinkContent Guidelines