semeraldo | BTS |

semeraldo | BTS |

  • WpView
    Reads 56
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 24, 2019
WpInfo
Fanfic
BTS
•this name is a prefix, not a suffix• senyum yang selalu merekah tawa ceria setiap harinya kebahagiaan tiada tara kebebasan tanpa batas nyatanya itu semua adalah palsu wajah penuh topeng itu telah menipu banyak orang ° merindukan seseorang yang dia sendiri tidak tahu berada dimana kesedihan yang selama ini ia tutupi ketulusan nya yang tak pernah dianggap ° harapannya tidak lah besar ia hanya ingin kebebasan yang selama ini ia dambakan ia hanya ingin menjauh dari benda benda itu ia hanya ingin mendapatkan cinta yang tulus ia juga ingin berdamai dengan segalanya dan ia ingin, orang yang ia rindukan kembali, walau nyatanya mustahil. ° apa yang terjadi, semuanya bukanlah kebetulan karena takdir telah berada di tengah tengah kita, memainkan kita seperti boneka nya ° akan ada sesuatu hal yang lebih baik tidak diungkapkan kebenarannya walau akhirnya kalian akan berfikir, "jika saat itu aku mengungkapkannya, akan kah akan terjadi sesuatu seperti sekarang?" ° S E M E R A L D O by. auraria
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • We Used To Be A Family
  • Dusk In Your Eyes
  • Rumah Tanpa Lentera
  • ATHALARIQ
  • Karena Kamu Rumahnya
  • AURORA
  • NOESIS [END]
  • 𓆩𝐖𝐡𝐲 𝐍𝐨𝐭 𝐓𝐡𝐢𝐬 𝐓𝐢𝐦𝐞?.𓆪 [Hiatus◁ II ▷]
  • T I M E
  • Terkunci Dalam Takdir

[ • read at your own risk • ] [Harap follow terlebih dahulu sebelum membaca.] 🦋 c o m p l e t e d 🦋 trigger warning; mental issue suicide toxic self injury murder ❞ What's your favorite candy? ❞ ❞ Paxil. ❞ ✧༝┉┉┉┉┉˚*❋ ❋ ❋*˚┉┉┉┉┉༝✧ Deru napasnya mengembunkan rahasia yang memantulkan sembilu. Perjalanan kisahnya menghabiskan air mata yang tak tersisa, dengan harapan sang Ayah memudar terkikis oleh realita pahit yang dikecap setiap detik. Hingga akhirnya, langit meredup karena mentari menghilang. Dan di hari itu, terdengar raungan jiwa putus asa meminta keajaiban pada semesta, dengan air mata berpulang menuju waktu dan rindu pada keluarga yang dikepung penyesalan. Ini untuk keluarganya, yang terpisahkan oleh ego tak bertepi. Copyright © 2020, by Marie Victoria (bananarie) [ Fanfiction ]

More details
WpActionLinkContent Guidelines