HOPE
  • WpView
    Reads 97
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 2, 2020
Ini cerita dari seorang gadis yang amat manja, pemalas, dan gak cantik juga tapi.. soal otaknya sih jangan di tanya. Pinter, pinter banget malah. Namun gadis ini tak pernah di anggap dalam keluarganya, satu-satu nya yang menyayangi gadis manja ini hanya lah ibunda nya. Hingga suatu hari dia dihadapkan dengan suatu pilihan yang membuat hidupnya benar-benar sendiri. Ya bagaimana seorang gadis yang bahkan tidak bisa menyisir rambutnya sendiri menjalankan kehidupannya agar bisa tetap menjadi seperti yang ibundanya harapkan.
All Rights Reserved
#477
sendiri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ECCEDENTESIAST (COMPLETED)
  • Menyerah atau Bertahan?
  • SKY [END]
  • Me And His Hopes
  • Hai, Kak! (END)
  • Mencari Jati diri [FRESHA]
  • Posesif My Sister
  • TITIK TERANG

Ketika kau terlahir dan menemukan dirimu sangat-sangat dibenci oleh keluargamu sendiri. Kau pasti akan bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi. Mengapa aku dibenci? Kesalahan apa yang telah kuperbuat hingga mereka membenciku? Gadis dengan bola mata birunya itu ternyata tidak terlahir dengan takdir yang bagus. Ia harus bersabar menghadapi semua lelucon takdir hingga menunggu kapan semua ini berakhir. Hanya itu yang bisa ia lakukan 'Menunggu yang namanya indah pada waktunya' Namun tak ayal semua yang ia tunggu tak pernah kunjung memberikannya sepercik harapan. Hanya ada sebuah kekosongan yang semakin lama terus melebar. Membuat dirinya hanya diam di jurang yang sama, hingga membiarkan jurang itu semakin lama semakin mendalam. Membuat dirinya terjabak, kembali lagi menunggu sepercik harapan untuk mengeluarkannya Tetap tersenyum walaupun lukanya kian bertambah. Tak suka jika harus orang terkasihnya mengetahui masalahnya. Walaupun gadis itu sadar bahwa masalah ada untuk diselesaikan Bersama, namun dikasusnya Ia hanya ingin menyelesaikannya seorang diri Bagaimanapun juga ia lebih memilih menjadi sebuah lilin yang membakar habis dirinya untuk kebahagian orang lain. Dari pada harus menjadi kobaran api yang merusak semuanya Thanks for reading guys Kalau penasaran yuk baca ceritanya. Jangan lupa like and comment. Byee

More details
WpActionLinkContent Guidelines