The Mortal Dream

The Mortal Dream

  • WpView
    LECTURES 93
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Chapitres 5
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication jeu., juil. 4, 2019
Jangan lupa follow akun ku dulu ya sebelum baca^^ Ini semua murni dari pikiran saya, murni dari imajinasi saya! Berawal dari sekelebat mimpi yang muncul di tengah tidurnya Lea, ia berusaha berpikir itu hanya mimpi yang muncul seperti mimpi-mimpi lainnya yang pernah Lea impikan. Lea bingung dengan keadaannya, ia berusaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa ini 'hanya mimpi' tetapi disisi lain diri Lea yakin bahwa ini 'nyata'. Setelah lama Lea bergulat dengan dirinya sendiri tentang mimpi yang sering kali muncul belakangan ini. Akhirnya Lea menemukan jawaban atas mimpi yang bermunculan dikehidupan Lea. ______ "Apa benar dia yang ada dalam buku ramalan itu?" "Apa benar hanya dia jawaban atas semua ini?" "Bahwasanya hanya dia yang bisa mengubah kisahku" ~Naresh Aileen Caesar
Tous Droits Réservés
#274
mermaid
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • HTS (Hubungan Tentang Status)
  • M I M P I || Mark - Yeri
  • NAVAJIVANA (Zeedel)
  • RIVAL (Zeedel)
  • The Lost Queen
  • Falling Leaves In December Night [FINISH]
  • My Lust Seme
  • QUEEN IMMORTAL ✅END
  • Mermaid

"Lo percaya hubungan tanpa status nggak?" Ara menatap Ale dengan heran, "Kenapa tiba-tiba lo nanya begitu?" "Gue pengen tau aja pendapat lo." "Kalau gue rasa sih nggak bakal ada manusia yang mau menjalani hubungan tanpa status. Kalaupun awalnya dia nerima, pasti lama kelamaan dia bakal nuntut sebuah kata yang disebut 'status' itu sendiri." Ale hanya mangut-mangut mendengar jawaban Ara. Lalu, sebuah ide muncul dikepalanya. "Kita coba yuk?" "Coba apaan?" Tanya Ara heran. "Coba HTS-an." "Nope, lo gila ya?" "Lo takut ya Ra?" Tantang Ale. "Siapa bilang gue takut? Gue cuma males ngikutin permainan gila lo itu." "Ayolah Ra. Lagian ini efektif." "Efektif apaan?" "Efektif menjauhkan makhluk-makhluk yang bernama cewek dari pandangan gue." "Lah gue kan cewek?" "Kecuali lo, Kiara Nabila." Ujar Ale. "Lagian ada keuntungannya buat lo." "Apa keuntungannya?" "Lo nggak perlu ngelabrak lagi cewek-cewek yang ada hati sama gue." "Deal." Ucap Ara tanpa pikir panjang. Begitulah 'permainan' itu dimulai. Tetapi mereka lupa, siapa yang bermain api maka harus siap juga untuk terbakar. Yeaaaaay.. Cerita kedua dimulaaaaiiiiiii.. Kali ini ada Ara dan Ale, si duo bersahabat yang bertolak belakang sedang memulai cerita mereka. Mari dibaca, comment, dan vote yaaa.. Salam Sayang, Dilandita Note: Jangan menambah dosa dengan mengcopy paste dan meremake hasil karya penulis. Cover diambil dari Pinterest, jadi jika ada kesamaan dalam cover mohon dimaafkan, namanya juga dunia maya. Terima kasih.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu