K I A R A

K I A R A

  • WpView
    Reads 1,084
  • WpVote
    Votes 352
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 31, 2020
Penyesalan memang selalu hadir di akhir. Itulah yang dirasakan Arkeno Sebastian sekarang. Menjadi berandalan dengan segala kesibukan tetap saja tidak cukup untuk melupakan gadis itu. Ia tidak bisa munafik akan perasaannya terhadap gadis itu yang terlambat ia sadari. Bahkan sudah rahasia umum bahwa si berandalan ini menggalaukan cinta monyetnya yang sudah kandas dua tahun lalu. • Kiara tahu betul bahwa hidup tidak akan selalu berjalan mulus. Sudah cukup banyak lika-liku hidup yang ia lalui pada saat usianya belum cukup dewasa. Sedih? Kecewa? Marah? Tentu saja. Meski begitu, lambat laun ia mulai menyadari bahwa ternyata ada banyak hal yang dapat ia syukuri walaupun sejujurnya dalam hati kecilnya tetap ada gumpalan-gumpalan perasaan kecewa akan perilaku orang-orang dari masalalunya. 18 Mei 2019
All Rights Reserved
#251
wattpadindo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pal In Love
  • HILANG [Segera Terbit]
  • Back For Me (Completed)
  • Désolé
  • Miracle | Completed
  • Hurt
  • Move (Selesai)
  • Vyola ✓
  • SADEWA ✔️
  • Satria

[TELAH TERBIT] "Selalu ada luka, diantara persahabatan dan cinta." ÷×+-=Pal in Love=-+×÷ Masuk kelas unggulan di sekolah barunya jelas bukanlah hal yang diharapkan oleh seorang Kia-siswi dari kelas reguler sebelumnya. Kia sendiri malah lebih suka menyebut keputusan kepala sekolah yang notabene sahabat papanya itu sebagai musibah. Tentu saja Kia cukup sadar kalau dirinya hanyalah tipe murid kurang rajin belajar dan masih suka menghabiskan waktu untuk main piano tales di ponsel. Lalu, harus punya teman sekelas bermuka tembok dan bermulut menyebalkan seperti Andra adalah musibah tambahannya. Kesan pertama yang buruk di awal membuat Kia dan Andra selalu saja tidak bisa akur satu sama lain. Adu mulut dan saling lempar pelototan adalah cara yang mereka pilih untuk berkomunikasi. Di setiap kali pertemuan, pasti ada pertengkaran. Tapi hari-hari terus berlanjut. Berbagai cerita datang satu per satu diantara Kia dan Andra. Dan semua itu mulai menjebak mereka dalam alur dengan cinta dan persahabatan sebagai konfliknya...

More details
WpActionLinkContent Guidelines