White Girl

White Girl

  • WpView
    LECTURAS 46
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, ago 11, 2019
dia sama, tapi berbeda dia ada, tapi seperti tidak ada dia pucat, tapi tidak sakit dia bukan makhluk asing, tapi terasingkan dia sering disebut hantu, tapi dia manusia Jika kalian mendengar kata 'albino', apa yang kalian pikirkan? manusia serba putih? manusia jelmaan vampire? manusia pucat tanpa warna yang takut matahari? manusia setengah hantu? atau malah manusia aneh pembawa sial? bagiku menjadi albino bisa menjadi anugerah ataupun kutukan. anugerah karena aku bisa bertemu dengan orang-orang yang menyayangiku dengan tulus dan menerima kekuranganku. kutukan karena kekuranganku ini membuat ruang gerak ku terbatas, dan dijauhi oleh semua orang. tapi tak apa, karena hanya aku yang mengalaminya, bukan orang lain yang kusayangi.-Algania Kalila Smith aku tidak sanggup melihatnya seperti itu. seandainya aku bisa bertukar peran, aku ingin aku saja yang menjadi dirinya.-Alga Kenan Smith dia unik, dia berbeda, dia istimewa, dia cantik. dia si gadis putih, orang yang berhasil menarik perhatianku.-Angga Putra Alexis inilah kisah sang gadis putih, kisah perjalanannya selama berada di SMA mahkota biru. ~selamat membaca~
Todos los derechos reservados
#101
albino
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Fractured Cheerfulness (On Going)
  • ELVANADINE
  •   Dia nadine
  • Dari Nadya Menjadi Salsa Bersama Aidyn
  • "Algantara Delano Arlaska"
  • My Cold Boyfriend
  • SLOWLY FALLING [TERSEDIA DI KUBACA]
  • Daniel Owns Me
  • ALGAFA
  • LANGIT JINGGA (TAMAT)

"Lo beneran bego, Fin. Gimana sih, gini aja lo ga ngerti-ngerti?" Satria menggelengkan kepala frustasi. Alfina cuma bisa cengengesan. "Jangan bosen ngajarin gue, ya." Di balik senyum yang tak pernah hilang, Alfina Adzra Wardana adalah anak yang terjebak di antara dua dunia. Dunia di mana dia terlihat ceria, ekstrovert, dan penuh semangat. Tapi ketika bel tanda pelajaran berbunyi, dia lebih memilih untuk menghindar daripada berhadapan dengan angka, rumus, atau teori-teori yang malah bikin pusing. Matematika? Ekonomi? Hanya kata-kata kosong yang dia coba terjemahkan dengan senyum yang terus dipaksakan. Satria, cowok yang dipaksa jadi tutor pribadi Alfina, udah sampai titik frustasi. "Lo bener-bener bego!" katanya, meskipun di balik itu, dia enggak bisa menahan rasa kagum pada dunia Alfina yang penuh warna dan seni. Karena ada satu hal yang Alfina tahu dengan pasti: dunia seni adalah tempat dia bisa bersinar. Setiap goresan kuas di kanvas adalah tempat dia bisa bebas, tanpa perlu penilaian orang lain. Tapi di rumah dan di sekolah, ada satu sosok yang terus dibandingkan dengan Alfina-adiknya Thalita, yang cerdas dan selalu jadi juara kelas. Alfina merasa dirinya selalu kalah. Di balik kebingungannya dan perasaan tak cukup, Alfina mencoba menemukan cara agar bisa berjuang untuk dirinya sendiri. Tapi, apakah itu cukup? Dan di tengah semua itu, apakah Satria, yang frustrasi mengajar, bisa melihat potensi besar dalam diri Alfina yang selama ini dia abaikan? Apakah Alfina bisa melepaskan diri dari bayang-bayang adiknya? Apakah Satria bisa melihat lebih dari sekadar kegagalannya?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido