Segi Tak Berujung

Segi Tak Berujung

  • WpView
    Reads 243
  • WpVote
    Votes 61
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 21, 2020
"Tidak hanya rasa bersegi, juga sebatas status imaji." Aku memang bicara, Tapi mata, tidak bisa berdusta Kau hancur karna dia Aku hancur mendengar tentang dia Tanyakan pada ku, Bisakah aku bertahan? Sembunyikan air mata Tutup dengan tawa Seolah kuat bicara perasaan Sungguh TUHAN adil Aku kuat Aku kuat Tapi hari ini Aku lemah Aku L E M A H Ketika kau tanyakan, bagaimana jika aku diposisi mu Dalam hati Aku bertanya, Pernahkah kau tau, aku di posisi mu selama ini. Kau marah melihat dia bersama yg lain Tapi pantaskah aku marah? Melihat kau bahagia dengan dia? TUHAN memang adil Dia beriku luka hari ini Dia juga beriku bahagia hari ini Maaf, luka ku hari ini Adalah luka terakir atas namamu. ~Kalista Amanda Rigela
All Rights Reserved
#422
sadending
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Juan [REVISI]
  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • Because You..
  • Ketraka Mafy
  • Alice & Adrian
  • Perempuan Dengan Segala Masalahnya (End)
  • Waktu?
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • WHO ?
  • Haruskah Aku Bertahan?

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines