Senja
  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 18, 2019
Pada awalnya aku tidak mengerti apa itu Senja. Bahkan tidak berkeinginan mengenalinya. Yang aku tangkap hanya terik yang meredup menjadi cahaya bergradasi. Sudah. Tidak lebih dari itu. Namun hari itu semua berubah. Si perantara yang mencoba meracuniku tentang sisi lain dari sang gradasi warna. Benar saja. Aku mulai mengenalinya, dan kenyamanan yang aku terima! Kenapa tidak sejak dulu aku memahaminya? Aku geram!!! Ajakku, cobalah, duduk pada suatu tempat dimana kamu bisa leluasa memandang warna senja pencipta kenyamanan. Letakkan hatimu pada ujung cahayanya, dan mulailah bercerita pada senja.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja dan Jingga
  • Lembayung Cinta di Langit Senja (Terbit Self Publishing)
  • Cerita di Balik Senja
  • Senja Kaylara [ END ]
  • Memories at the end of dusk
  • My Destiny
  • FAJAR- The Sun After Set
  • Sebatas Memeluk Raga.
  • Laut dan Senja (TAMAT)

Senja itu indah, bukan? Dia terlihat menenangkan, damai, namun apa yg kita tahu lebih dari itu? Mungkin saja dia menyimpan emosi, dan kesedihan di dalamnya? Dan jingga, dia tak akan lepas dari senja. Senja dan Jingga yang ditakdirkan harus tetap bersama, saling melengkapi oleh semesta. Tanpa jingga, tidak akan ada yang namanya senja, dan tanpa senja, jingga pun tidak bermakna. Mereka akan sempurna saat bersama. Namun, ini bukanlah tentang senja berwarna jingga yang berada di atas langit sana--mereka hanyalah seorang kakak-adik yang saling melengkapi. Tentang Jingga--sang kakak yang harus menjadi tulang punggung keluarga, jadi ayah serta ibu untuk adiknya, dan harus tetap kuat disaat jiwa dan raganya sudah lelah. Semua itu hanya demi satu orang--adiknya. Senja. Senja terlahir tidak normal seperti anak-anak lainnya. Dia memiliki gangguan spektrum autisme hingga seringkali Jingga merasa cemas saat harus meninggalkan sang adik. Tak ada kerabat yang peduli, bahkan ayahnya pun lepas tangan, ia jarang sekali pulang. Kalaupun ia pulang, hanya untuk menuntut uang pada Jingga--untuk berjudi dan mabuk-mabukan. Di tengah kerasnya kehidupan Di tengah kejamnya dunia Akankah Jingga menemukan cahaya bersama Senja? Ataukah Jingga dan Senja akan tenggelam, hilang ditelan langit yang gelap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines