Kania dan Arjuna [21+] Completed (Part 1)

Kania dan Arjuna [21+] Completed (Part 1)

  • WpView
    Reads 347,067
  • WpVote
    Votes 5,988
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 5, 2019
Aku menyiapkan kamera ponselku di tangan sementara mata ku celingukan mencari sosok Arjuna yang tampan. "Kok Arjuna ngak ada ya?" Aku mengintip dari pintu kaca yang tertutup tirai putih tapi masih bisa melihat kedalam ruangan. Baru saja akan meletakkan kaki ku pada sebuah pijakan batu tiba-tiba saja Arjuna yang sedang bertelanjang dada membuka pintu kamarnya,dan tanpa sengaja aku menekan tombol foto lalu keluarlah kilatan cahaya dan suara "Splazz" Yap...kamera ponsel ku berhasil mengabadikan Arjuna yang tampan sedang bertelanjang dada sementara aku yang kaget malah tercebur di kolam ikan di depan kamar kami. "Aaaakkkkkk......Jebuurrrrr!!!" Sakit,malu,dan kesal bercampur jadi satu... Arjuna melotot ke arahku,antara marah dan lucu dia memilih menertawakan ku yang saat ini basah kuyup dan penuh dengan kotoran dari dalam kolam ikan koi. "Huaaaahhh...mama..." Aku segera bangkit dari kolam ikan,Arjuna sialan dia malah menertawakan ku sampai terpingkal-pingkal. "Sukurin,makanya kecil-kecil jangan sok-sok an mau mata-matain orang pake segala mau curi-curi foto kan kualat tuh jadinya" Arjuna puas menertawakanku yang berjalan sambil memegang bokongku yang kesakitan. Untung saja ponsel ku sudah water resistant jadi ngak akan rusak karena kemasukan air. Aku bergegas masuk kedalam kamarku,mencuci seluruh tubuhku di kamar mandi dan segera berganti pakaian. "Hatchiiimm...Hatchiiim" Oalaah malem-malem nyemplung di kolam bikin aku langsung kena pilek. Semua ini gara-gara ketiga sahabat kepo ku yang bikin aku jadi nyemplung di kolam ikan. "Maaf ya tante Amalia ikan-ikannya ku ajak berenang sebentar" Gumamku pelan. Aku membuka ponselku,melihat apakah aku berhasil memotret Arjuna setelah berjuang sampai nyemplung-nyemplung di kolam. Aku ngakak ketika aku ternyata berhasil mendapatkan sebuah gambar yang bagus. "Trilogi" -Kania & Arjuna -Arjuna mencari cinta -Sandra
All Rights Reserved
#630
pacaran
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • (LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant)
  • Sailing With You [END]
  • THREAD OF DESTINY
  • Black Side Bianca 18++
  • Nothing, But You...

(SELESAI REVISI, SEDIKIT BERUBAH CERITA ALURNYA. CERITA SUDAH SELESAI DAN LENGKAP. HANYA DI POST DI WATTPAD) ❗❗❗ Cerita ini membuat diabetes. Dan ini cerita ringan. Author membuatnya karena ingin cerita yang manis ❗❗❗ --- "Kalau begitu, Anda bisa bantu saya," kata Arjuna, suaranya tenang namun penuh tekanan. "Apa?" tanya Yena pelan. "Anda... jadi istri saya." "Hah?" Yena nyaris berbisik. Jantungnya berdetak cepat, kepalanya terasa pening. Apa dia tidak salah dengar? Seorang Arjuna, duda beranak satu, adik angkat dari sahabat ayahnya-Reyvan dan Rezka-serta om angkat dari pacarnya sendiri, Alvano, meminta dirinya menikah? Gila. Pria ini sudah gila. Yena ingin tertawa, tapi tenggorokannya kering. Anak Arjuna bahkan hampir sebaya dengannya. Dan yang lebih parah, dia sudah punya pacar-Alvano. Dia mengumpat dalam hati. Seandainya saja hari itu dia tidak membuka pintu ruang dosen secara sembrono dan melihat dosennya itu dalam kondisi-sial-telanjang bulat, mungkin dia tidak akan berada dalam situasi ini. Terjebak. Arjuna semakin mendekat, mengikis jarak di antara mereka. "Bagaimana, Bu Yena?" suara Arjuna terdengar tenang, tapi ada sesuatu yang mengintimidasi di baliknya. "Apakah Anda bersedia membantu saya? Atau..." Dia menggantungkan kalimatnya, matanya menatap tajam. "Saya tidak akan membiarkan Anda keluar." Yena menggigit bibir. "Itu kan salah Anda sendiri," ucapnya, suaranya sedikit parau. "Anda yang tidak mengunci pintu kalau Anda mau... seperti itu." Wajah Arjuna tetap datar, tapi ada sesuatu di dalam matanya yang sulit Yena pahami. Pria itu semakin mendekat. Jarak mereka nyaris tidak ada. Tangan Arjuna terangkat, jari-jarinya yang besar meraih dagu Yena dengan lembut namun kuat, memaksanya menatap pria itu. "Kalau Anda tidak mau," bisik Arjuna, "mulai saat ini hidup Anda akan berbeda, Bu Yena." Yena menelan ludah. "Apa maksud Pak Juna?" tanyanya, suaranya sedikit bergetar. Arjuna tersenyum. Senyum yang membuat Yena... menahan napa

More details
WpActionLinkContent Guidelines