"Saja " from nela.

"Saja " from nela.

  • WpView
    Membaca 23
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Mei 18, 2019
saja adalah seorang pengangguran yg hobinya tidur. ia orangnya lucu, aneh ,berantakan. Aku mengenal "saja " sudah lama sejak aku duduk di bangku smp. Tetapi Kenal-kenal gitu aja si . karna kami dulu beda kelas. Yg aku ingat. Waktu smp "saja" itu orangnya pemalu sama ingusan. Namun ketika aku ketemu lagi dia di bandung pada tahun 2010. Wahhh.. Tambah ingusan..hehehe. Tapi semenjak di bandung aku kenal "saja" yg sebenarnya. Dia orangnya baik, asik, unik, ditambah lagi lucu - lucu aneh.. Namun karna kedekatan kami. keluargaku menilainya tidak demikian. Mereka berasumsi bahwa "saja" itu kacau dan tidak mempunyai masa depan. Hal ini yg membuat aku tak bisa bersama sama lagi dengannya. Setelah 2 tahun berlalu tanpa "saja". Aku jadi inget omongan nya, ketika dulu sebelum aku tidak pernah lagi melihatnya. Dia pernah bilang. " saja itu buruk yg bagus itu senja" katanya. Dan Baru-baru ini aku mengerti. Bahwa semua itu salah.. mereka berdua itu sama sama bagus dan indah. Bagiku. Aku rindu kamu saja . Semoga kamu denger. Engga tidur!!!
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • 36 days with you {saida} [End]
  • God's Surprise ( Slow Update )
  • Because I'm Stupid (End)
  • beach and you
  • Partfect
  • Stres In Life
  • KEPINCUT BRONDONG
  • Arsyilazka
  • Si OGEB "NES"

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan