"Saja " from nela.

"Saja " from nela.

  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 18, 2019
saja adalah seorang pengangguran yg hobinya tidur. ia orangnya lucu, aneh ,berantakan. Aku mengenal "saja " sudah lama sejak aku duduk di bangku smp. Tetapi Kenal-kenal gitu aja si . karna kami dulu beda kelas. Yg aku ingat. Waktu smp "saja" itu orangnya pemalu sama ingusan. Namun ketika aku ketemu lagi dia di bandung pada tahun 2010. Wahhh.. Tambah ingusan..hehehe. Tapi semenjak di bandung aku kenal "saja" yg sebenarnya. Dia orangnya baik, asik, unik, ditambah lagi lucu - lucu aneh.. Namun karna kedekatan kami. keluargaku menilainya tidak demikian. Mereka berasumsi bahwa "saja" itu kacau dan tidak mempunyai masa depan. Hal ini yg membuat aku tak bisa bersama sama lagi dengannya. Setelah 2 tahun berlalu tanpa "saja". Aku jadi inget omongan nya, ketika dulu sebelum aku tidak pernah lagi melihatnya. Dia pernah bilang. " saja itu buruk yg bagus itu senja" katanya. Dan Baru-baru ini aku mengerti. Bahwa semua itu salah.. mereka berdua itu sama sama bagus dan indah. Bagiku. Aku rindu kamu saja . Semoga kamu denger. Engga tidur!!!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Prahara Lamaran [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Nakula
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Salah Status
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines