Dalam Dekapan Takdir

Dalam Dekapan Takdir

  • WpView
    Reads 917
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 9, 2021
18+ Marina, seorang gadis yatim piatu yang di besarkan di sebuah panti asuhan. Ketika ia berhijrah ke ibukota untuk bekerja setelah menamatkan SMK, seorang pemuda bernama Aditya Sanjaya , jatuh cinta padanya. Namun kedua orangtua Aditya yang merupakan konglomerat terkenal tak menyetujui hubungan itu. Mereka melakukan berbagai cara untuk memisahkan keduanya meski Aditya berhasil menikahi Marina. Dengan cara licik kedua insan itu pun terpisah membawa takdir masing-masing. Namun siapa sangka, jika keduanya dipertemukan kembali dengan cara tak terduga. Bagaimanakah akhir kisah mereka? Akankah dalam dekapan takdir keduanya bisa bahagia? Yang berkenan baca silahkan mampir.
All Rights Reserved
#210
konglomerat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dokter Spesialis Mantan [ON GOING]
  • Our Sweetest Secret
  • Cinta dalam Doa [Terbit]
  • Marriage With(out) Love
  • NAYNA
  • nyantri bareng suami
  • Senja Kaylara [ END ]

"Yang nggak pernah benar-benar selesai, justru yang paling susah dilupakan." - Nayyara Tujuh tahun. Itu waktu yang Nayyara habiskan untuk mencoba sembuh-dari luka yang bahkan tak sempat diberi penutup. Luka yang diam-diam ia bawa sejak bangku kuliah kedokteran, hingga kini menyandang gelar spesialis. Luka bernama Adrian Baskara-mantan yang pergi tanpa kata, tanpa perpisahan. Hanya hilang. Begitu saja. Sialnya ketika ia merasa telah pulih, semesta mengajak bercanda. Sebuah mutasi mendadak menjatuhkannya dari puncak karier di rumah sakit elit Jakarta ke pelosok desa di Jawa Tengah. Desa asing yang lebih percaya ramuan dukun ketimbang resep dokter, lebih patuh pada mitos ketimbang medis. Nayyara datang sebagai penyintas-asing, tersesat, nyaris patah. Tapi ia bertahan. Ia belajar hidup dari nol. Ia kira, itu sudah cukup berat. Sampai... Adrian muncul. Kini pria itu berdiri di hadapannya-dengan senyum sabar, tatap mata yang dulu menenangkan, dan seorang anak kecil yang tak sengaja memanggilnya, "Ayah." Nayyara ingin pergi. Meninggalkan desa ini. Menjauh dari kenangan yang kembali bernyawa. Tapi hati bukan peta yang bisa digariskan lurus-lurus saja. Luka lama belum sembuh, rahasia lama belum selesai. Dan pertanyaan itu terus menghantui: Kenapa Adrian pergi tanpa pamit dulu? Dan... kalau cinta yang lama mati ternyata belum benar-benar terkubur, bisakah Nayyara mencintai lagi-tanpa takut patah untuk kedua kalinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines