Who Will Be Hurt? [End]

Who Will Be Hurt? [End]

  • WpView
    Reads 61,997
  • WpVote
    Votes 7,496
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadComplete Sun, Mar 7, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Dirinya merapatkan mantel yang dikenakan nya guna menghalau rasa dingin. Fikiran nya kosong serta dirinya tak tau harus pergi kemana. Sebuah fakta yang sangat memukulnya ini membuatnya hampir hilang kendali. Ia berhenti melangkah di sebuah jembatan. Seharusnya tangan itu beku ketika menyentuh kayu jembatan yang sudah dingin tak terkira akan tetapi ia sama sekali tak berniat menjauhkan tangan dari pinggiran jembatan tersebut. Di tatapnya sebuah danau dibawahnya yang cukup tenang. Dirinya hanya perlu jatuh kesana dan membiarkan hawa dingin menggerogoti tubuhnya. Fakta ini membuat salah satu dari mereka ingin mengakhiri hidup.
All Rights Reserved
#131
mikasa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mine! Remember It!
  • Today, My Life Will Date With Your Dream [LeviHan] ✔
  • My First love (Levi ackerman x Reader) [End]
  • Don't Makes Me Difficult Brat
  • My Soulmate [ Levi X Reader ]
  • The Battle! Bad Girl × Solo Mafia
  • Strawberry Shortcake [√]
  • levi uke x seme reader
  • Find My Way 2 [Armin X Reader]
  • Behind Bars (Terjemahan)

"siapa kau bilang? aku tengah mematai mu? heh yang benar saja. Mana mungkin seorang jalang seperti ku memiliki niat seperti itu?" Pria menyebalkan itu hanya mendengus seraya menyeruput teh nya. "Aku hanya waspada." Aku membuang wajah kesal. Andai saja dia yang bukan membeli dan merawat ku disini aku pasti sudah melepaskan anak peluru pada jantung nya. Levi Ackerma seorang bandar penjualan gelap yang tengah di incar oleh seluruh pihak kepolisian dan aku adalah salah satu yang mengincarnya. Baiklah cebol kita lihat seberapa lama kau bisa menyembunyikan diri. Aku kembali menoleh padanya. "Hei apa kau punya peta?" Levi menurunkan cangkir kesayangan nya demi menatap ku. "Peta?" Aku mengangguk. "Ya. Peta rumah mu, aku masih suka tersesat disini." "Tch, dasar bego."

More details
WpActionLinkContent Guidelines