kita ibaratkan day night atau siang dan malam, bersampingan tetapi tidak akan pernah bisa bersatu.
**
Seorang gadis broken home yang mengejar cowok most wanted, anak pemilik yayasan di sekolahnya, cowok itu selalu saja menghindar dari sang cewek, hingga akhirnya suatu kejadian membuat cewek itu tidak lagi mengejar sang most wanted, ia memilih menunggu dari pada mengejar yang tidak mau mengejar.
Di rumahnya dia selalu saja di siksa oleh ibunya, ibunya depresi, ayahnya menghilang entah kemana saat Keyla berumur 5 tahun, hingga saat bertahun tahun berlalu, ia kembali dengan mengucapkan kalimat yang sangat menusuk di hatinya.
Ia berkata, aku sudah menikah, aku mempunyai anak dan istri yang sangat aku cintai, kupikir anak ayahku yang satu itu berada di bawah umurku, nyatanya tidak, anaknya sebaya denganku, dia cantik, pintar, sangat feminim jauh dengan sikapku.
Aku sangat benci saat papah menunjukkan bahwa dia menyayanginya dari pada aku didepan mata kepalaku sendiri, aku membenci kebersamaan mereka, aku merasa di khianati oleh papahku sendiri.
"Emangnya keluarga lo mau nerima lo lagi, hah? Nggak ada yang mau nerima lo lagi, Rat. Jadi, jangan sok deh lo itu. Cuma gue yang mau sama lo."
17+ #1 in general fiction (12/07) #4 in romance LENGKAP!
FOLLOW AKUN INI SEBELUM MEMBACA AGAR TIDAK BINGUNG.
Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)
Bagi Ratih, dia hanya butuh satu orang saja yang ada untuknya. Begitu pun bagi Raden.
Mereka pikir, semua akan baik-baik saja asalkan mereka tetap bersama. Nyatanya, tidak. Apalagi Raden benar-benar mencari uang sendiri, dibuang sang papa, jauh dari sang mama. Emosinya yang masih belum terkontrol. Omongannya yang sering ceplas-ceplos dan menyakiti hati Ratih serta dia yang mudah simpati dengan orang lain yang mempunyai nasib sama seperti dia- menjadikan bumerang bagi dirinya sendiri.
[Akan diupdate secepat yang penulis bisa agar cepat tamat]
•
Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu.
•
Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!