Wahai Tersepelekan

Wahai Tersepelekan

  • WpView
    LECTURAS 80
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, sep 30, 2021
Kisah nyata yang mungkin banyak orang pernah mengalaminya, namun dari sudut pandang penulis diceritakan dengan cara yang mudah untuk dipahami oleh pembaca. Dan kisah ini mungkin mewakilkan jiwa- jiwa yang tersepelekan agar tetap menjadi diri sendiri dan tidak patah semangat dengan keadaan. Berbahagialah!
Todos los derechos reservados
#25
dirisendiri
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • FIGURAN YANG BANGKIT
  • DEAR RAGA
  • Happy Ending
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • Berawal dari Amanah Ibu Berakhir menjadi Prinsip Hidupku
  • PERGI
  • Ini Semua Tentangmu | TELAH TERBIT
  • Refleksi
  • ...
  • PENGALAMAN KU, KISAH DIA

Annhoelle Valois Alernandezar-anak yang selalu mencari perhatian, tetapi hanya mendapat pengabaian. Sejak kecil, ia berusaha menarik hati keluarganya, berharap bisa diakui, tetapi yang ia terima hanyalah keheningan dan ketidakpedulian. Perlahan, harapannya hancur, semangatnya memudar, hingga ia menyerah pada hidupnya yang tak pernah dianggap berarti. Namun, takdir berkata lain. Adit Rahadit, seorang pemuda dingin yang membaca kisah tragis Annhoelle, merasa geram dengan nasib yang dialami tokoh figuran itu. Jika ia berada di posisi Annhoelle, ia tidak akan pernah membuang waktu untuk mencari pengakuan dari orang-orang yang tak pernah peduli. Dan tanpa diduga, saat kesadarannya beralih ke dunia novel, ia mendapati dirinya terjebak dalam tubuh Annhoelle. Kini, dalam tubuh figuran yang selalu diabaikan, Adit mengambil kendali. Ia tidak akan menangis, tidak akan meminta perhatian-sebaliknya, ia akan mengabaikan mereka, sama seperti mereka pernah mengabaikan Annhoelle. Dengan bola mata kosong dan ekspresi dingin, ia membentuk jalannya sendiri di dunia ini, tanpa harapan, tanpa belas kasih, tanpa keinginan untuk kembali seperti dulu. Tetapi, seiring waktu, keputusan Adit membawa konsekuensi yang tak pernah ia perhitungkan. Saat figuran yang dulu lemah mulai menolak takdirnya, dunia mulai berubah. Namun, apakah benar pembalasan dengan pengabaian akan menjadi jawaban? Ataukah ada sesuatu yang lebih besar yang akan menantangnya di perjalanan ini?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido