Sepatu Ayah

Sepatu Ayah

  • WpView
    Membaca 40
  • WpVote
    Vote 11
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Mei 19, 2019
"Kalau yang ini, Pak?" "Kalo itu harganya dua ratus sepuluh ribu rupiah." "Gak bisa kurang, Pak?" "Bisa. Jadi dua ratus lima ribu rupiah." "Beli?" tanya Bapak itu. "Saya boleh pesan,Pak? Kalau saya sudah ada uang, saya ambil," ucapku memohon. "Sebenernya yah gak bisa. Tapi, karena kamu mau. Saya simpen deh. Ingat yah! Jangan lupa beli!" "Terima kasih, Pak. Beberapa hari ini saya pasti beli." Pesanku kepada Bapak penjual sepatu Toko Permai.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Eat Me, Sir!
  • penyesalan
  • A Bittersweet farewell  ( Sudah Lengkap Mari Di Baca)
  • Three Targeted Girls!!
  • With You (Completed)
  • REGANTARA [SUDAH TERBIT]
  • RAKAALENA
  • Senyawa Abu-abu { F I N I S H }
  • We Are Abu-Abu!!!

Seorang pria berusia lima puluhan berteriak di atas paru-parunya. "Keracunan!" ... "Hei, kau sudah dengar itu? Asisten perasa makanan Pak Yogaswara keracunan lagi," bisik seorang pria muda. "Maksudmu asisten perasa Tuan Yogaswara keracunan? Asisten yang baru satu bulan direkrut ini?" seorang wanita ikut bergabung. "Ya, benar." Pria itu mengangguk. "Aah, ya Ampun, sudah aku duga, bekerja dengan beliau tidak akan hidup lama, ck ck ck." Seorang pria berusia akhir empat puluhan menggelengkan kepalanya. "Oy! berita baru! ada rekrutmen untuk jadi asisten makan Tuan Yogaswara!" seorang pria berteriak histeris. "Makan korban! pekerjaan ini benar-benar makan korban." .... "Sudah ada yang mendaftar?" tanya Arsalam. "Pak, Arsal, sepertinya ada desas-desus yang membuat orang-orang tidak mau mendaftar pekerjaan ini," jawab sekretaris Arsalam. "Baru satu hari, naikkan harga gaji yang ditawarkan," kata Arsalam. .... "Eh Lur, ada lowongan pekerjaan. Ini bakal menerima semua kalangan manapun, tapi hanya satu orang saja." "Lowongan kerja apaan? Anak gadisku belum kerja, umurnya sudah dua puluh lima tahun tapi susah banget cari kerjaan," balas Ibu Lur. "Nah, ini pekerjaan bagus untuk anakmu, dia kan kurus kerempeng busung lapar, cocok dapat pekerjaan ini," balas Ibu itu. ... " ... tanggal pendaftaran tidak terbatas sampai ada kandidat yang dipilih, peluang Anda sangat besar dalam pekerjaan ini, ayo! kapan lagi bisa menjadi asisten makanan terhormat untuk Tuan Yogaswara, semua kebutuhan terjamin, pangan, sandang, papanpun terjamin, kami tunggu kehadiran CV Anda secepatnya, terima kasih." "Daftar! Aku daftar sekarang!" ....

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan