Sepatu Ayah

Sepatu Ayah

  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 19, 2019
"Kalau yang ini, Pak?" "Kalo itu harganya dua ratus sepuluh ribu rupiah." "Gak bisa kurang, Pak?" "Bisa. Jadi dua ratus lima ribu rupiah." "Beli?" tanya Bapak itu. "Saya boleh pesan,Pak? Kalau saya sudah ada uang, saya ambil," ucapku memohon. "Sebenernya yah gak bisa. Tapi, karena kamu mau. Saya simpen deh. Ingat yah! Jangan lupa beli!" "Terima kasih, Pak. Beberapa hari ini saya pasti beli." Pesanku kepada Bapak penjual sepatu Toko Permai.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senyawa Abu-abu { F I N I S H }
  • My Diary
  • PELANGI
  • Eat Me, Sir!
  • My Quuen is Bad Gril
  • ANELKA CALVARY
  • With You (Completed)
  • 𝐑yuna ━ Alter Ego
  • Dear Ria

kisah kami murid 12 ipa 1, bukan kelas elite atau apalah, cuma sebatas anak yang mengalami masa terindah sebelum kejenjang yang lebih, jangan lupakan keseruan dengan teman satu kelas, banyak masa yang dapat jadi kenangan yang akan jadi cerita dimasa berikutnya. " oi ra jadi nanti malam mangkal?" jika kalian pikir negative buang aja deh. Itu jauh dari ekspetasi kami emang bercanda kayak gitu tapi kami gak melakukannya "Woi jadilah.... Masa gak jadi udah gak sabarnih... napa mau ikut nih?" "Ngak Cuma mau nawarin vero sama marito mau ikut mereka lagi butuh duit" canda nani "Iya nih ra dari pada jual ginjal aku yang rugi, kalau ngepet bahaya tapi kalau ikut kau aman" sambung marito cekikikan "Boleh lah ra tapi aku kecil loh emang ada yang mau?" canda vero "Wiss pastilah... apalagi yang kecil-kecil lebih wow" canda Ara "Apa nih yang kecil-kecil" sambar indah dengan muka menahan ketawa "Issh anak kecil gak boleh tau" sambar Ara "Itu si suryanti masih mangkal" gurau tince jangan lupakan denga ketawa nya yang sudah lepas ''''' "Kan dah pernah Miss Cerita waktu tuh kalau mau dapat contekan harus pandai-pandai lah" gurau miss yang pengalaman "Lupa Miss Apalagi ada yang mendadak tuli" sindir Abel "Kalau kalian mau berhasil nyoteknya perhatikan siapa yang ngawas kan udah ditempel dimading jadwalnya trus perhatikan gerek-gerik guru yang ngawas

More details
WpActionLinkContent Guidelines