REMEMBER GALANG

REMEMBER GALANG

  • WpView
    Membaca 333
  • WpVote
    Vote 14
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Apr 26, 2020
BAGIAN 2 NOVEL GALANG Segerombolan orang mengelilingi salsa dan galang yang tepat berada didalamnya. Apa lagi jika bukan pertanyaan cinta lagi dan lagi dari salsa. Hingga Galang mulai habis kesabaran menghadapi sicewek yang satu ini. Apa kali ini dia harus menerimanya? walaupun hanya karna terpaksa. Lalu tangan Galang menarik reina untuk mendekat kepadanya. Sontak reina kaget dan berdiri mematung saat menjadi orang ketiga. Semua sorotan mata kini melihat reina adiba. "Gue mau lo jadi pacar gue, SEMUA ORANG DISINI JADI SAKSI" ucap galang padahal tak mengenal cewek yang dihadapannya. Untuk pertamanya Galang menyatakan perasaan, walaupun hanya untuk menghindar dari Salsa.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Horibble Woman (END)
  • Transmigrasi Adella
  • DIAM
  • My Bad Baby Boy (Complete)
  • Gildarino [REVISI]
  • Xagala
  • SENJA DI PUNCAK TANGKILING
  • Because I Love You (The End)
  • Because ILY [Completed]
  • Zeyara: Extraordinary Love In a Novel World

YANG MASIH DI BAWAH 19+ SKIP CEIRTANYA, DISINI ADA BEBERAPA ADEGAN YANG MENGANDUNG 🔞 Bagaimana jadinya jika musuh berubah menjadi seseorang yang kita cintai? "A collection of weak earthworms!" ucapnya sinis seraya mengacungkan jempol kebalik. Sang ketua dan juga anggota DAREDEVIL lainnya tercengang mendengar ejekan itu. Terutama ketua dari mereka, Alexander Galaxi. Tangannya mengepal hingga kuku-kukunya memutih menahan amarah. "Tuh orang siapa sih, gak ada peting beliung dateng-dateng jadi pengacau." ucap Bima Bastian anggota dari geng Alexander. "Nyari mati mungkin!" tukas cowok yang bernama Bagas Raymond. Senyum mengejek terpancar di balik masker itu. Aura kekejaman dan dendam telah membutakannya. Dendam yang sudah lama ia pendam, dan sudah saatnya dia membalaskan semua pada orang-orang sampah itu. "Musuh baru." ucap Alexander dingin. [CERITA INI MENGANDUNG KATA-KATA KASAR, PENUH KEKERASAN, PELECEHAN. HARAP BIJAK UNTUK MEMBACA.]

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan