DIRA
  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 18, 2019
Ikhlas,satu kata yang mungkin mudah sekali semua orang di bumi ini mengucapkan nya.Tapi bagaimana dengan melakukan nya?Hah tak semua orang bisa,mungkin hanya sebagaian kecil dari seluruh makhluk bumi ini yang bisa menerapkannya.Termasuk Anindira Azzahra dengan Gavin Alvarizi. Dua insan yang saling cinta,saling menjaga,dan merasa memiliki satu dengan yang lain,namun kenyataan pahit dalam hidup mereka menolak keras mereka berdua untuk bersatu. Apakah kenyataan pahit itu? Apakah mereka melanggar kenyataan itu?
All Rights Reserved
#6
mahardika
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JAM 3 SORE
  • Karena Kamu Rumahnya
  • Limerence
  • Rude Beautiful Girl [Sudah Terbit]
  • Langit Pemisah【END】[Sudah terbit]
  • Takdir Terbaik
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Damira (END)

JANGAN LUPA FOLLOW DAN VOTE SETELAH MEMBACA‼️ 🌥️🌥️🌥️ Jam tiga sore. Hujan turun pelan-pelan. Langit kelabu, suara kelas yang riuh, dan satu orang yang selalu duduk di belakangnya. Berisik, nyeleneh, dan nyebelin. Tapi entah kenapa Naya tak pernah terganggu sedikit pun. Naya tidak tahu kapan tepatnya Aksa mulai masuk ke pikirannya. Mungkin sejak kertas origami berbentuk kodok itu muncul atau tulisan miring Aksa yang berkata "Ini nggak bisa menggonggong, tapi bisa lompat ke hatimu." Awalnya dia mengira Aksa hanya cowok absurd yang suka gambar bebek pakai helm di dinding toilet sekolah. Tapi lama-lama... langkah kakinya jadi yang paling ia kenali. Diam-diam jadi yang paling ia tunggu. Mereka bukan kisah cinta yang gegap gempita. Tidak ada janji manis. Tidak ada gombal yang bikin meleleh, hanya obrolan aneh yang bisa membuat rindu terus bertahan. Membuat perasaan tumbuh seperti hujan-pelan, tapi pasti meresap. Kisah mereka cuma tentang momen-momen kecil yang ternyata besar. Tentang sosok yang nggak sempurna, tapi justru bikin dunia seseorang terasa lebih hidup. Tentang pertemuan yang tak disengaja, kenangan yang tak bisa hilang, dan jarak yang kadang hadir bukan karena ruang, tapi karena waktu dan keberanian yang tertunda. *********** Selamat menelusuri jejak rasa yang tak pernah benar-benar pergi. Selamat membaca-semoga kamu temukan dirimu di sela-sela kisah ini. Jangan lupa tinggalkan jejakmu-vote, komen, dan bagikan kisah ini agar rindu tak hanya menjadi milik kita ❤️ NOTE : DILARANG PLAGIAT‼️

More details
WpActionLinkContent Guidelines