SOCIAL-MATES

SOCIAL-MATES

  • WpView
    LECTURAS 22
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, feb 3, 2024
WpInfo
Ficción
Romance
"Kelas 3 IPS 11, ini adalah kelas bimbel gue tahun 2018." Gara-gara nggak ada kelas KTSP di jam sore, gue terpaksa masuk ke kelas Kurtilas di tempat bimbel yang jelas-jelas kurikulumnya berbeda jauh dengan apa yang dianut sama sekolah gue. Jadi di saat teman-teman gue belajar lintas jurusan, gue lintas kurikulum. Tapi ya sudah lah, emang sekolah gue yang satu ini aneh. Kurikulum mau ganti lagi tapi kok masih pakai kurikulum lama? Lalu mulai lah hari-hari gue di kelas 3 IPS 11 ― di mana gue terdampar ― sebuah kelas bimbel yang awalnya berisi tiga belas siswa, ditambah gue jadi empat belas siswa. Seminggu kemudian, bertambah lagi jadi lima belas siswa, sampai sekarang. Menurut berita yang beredar di cabang bimbel gue ini, kelas 3 IPS 11 itu tuh kelas paling bersih dan dingin. Setiap masuk kelasnya, seolah seperti masuk masjid ber-AC terus langsung tidur di ubin masjidnya. Adem. Ah, mungkin di luar kami terlihat seperti sekumpulan anak kelas 12 yang ambisius belajar demi masuk perguruan tinggi impian, tapi mereka nggak tau saja sifat asli anak IPS itu gimana... "Karena teman yang baik tidak akan membiarkanmu berjuang sendirian, kawan." ***************** R15+
Todos los derechos reservados
#31
kedinasan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Kandang Setan: Reborn
  • 182 days
  • CCS Reborn
  • ZER0
  • love story at school
  • Asam Manis Putih Abu(Edisi kelas purba)
  • IPA & IPS
  • IPA & IPS

Kelas XII IPS 3 punya reputasi turun temurun yang nggak bisa dihapus: Kandang Setan. Julukan yang nempel karena kelas ini selalu dipenuhi murid paling ribut, paling susah diatur, dan paling banyak drama. Capek jadi sorotan negatif, sekolah ambil langkah drastis: acak ulang murid dan satukan si 'anak baik' dengan si 'anak nakal' dalam satu kelas. Kedengarannya gila? Memang. Tapi dari kegilaan itu, pelan-pelan tumbuh sesuatu yang nggak pernah diduga. Di tengah ribut-ribut kelas, gombalan absurd, sampai debat receh yang nggak penting, mereka mulai saling kenal... dan saling jaga. Bukan cuma soal nilai dan tata tertib, tapi soal belajar tumbuh bareng-bareng. Karena kadang, di tempat paling nggak terduga, kamu bisa nemuin versi terbaik dari diri kamu sendiri. Dan mungkin, keluarga yang nggak sedarah-tapi sehati.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido