Story cover for Foreign [On Going] by moondaai
Foreign [On Going]
  • WpView
    Reads 348
  • WpVote
    Votes 65
  • WpPart
    Parts 11
  • WpView
    Reads 348
  • WpVote
    Votes 65
  • WpPart
    Parts 11
Ongoing, First published May 20, 2019
Ini tentang Alsava, makhluk bumi yang seperti pluto-ada tapi tak dianggap. 

Pertengkaran dan kekerasan adalah makanannya sehari-hari. Namun, kenapa rasanya masih sesak saat tahu bahwa ia bukanlah anak yang diharapkan?

Berharap bintang-bintang dapat memeluknya dan berbisik 'tenang, kamu tidak sendirian, ada kami di sini untukmu.'

Akankah Sava bertahan dengan keadaannya? atau malah memberontak?






© Moondaai, 2020
All Rights Reserved
Sign up to add Foreign [On Going] to your library and receive updates
or
#149bumi
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Before 180 Days ✓ cover
GADIS LANGIT cover
From Me To You cover
The Wounds I Hide  cover
You Are Not Alone (Slow Update) cover
Not Home [TAMAT] cover
Broken Home [Complete] cover
Boleh Aku Cerita? cover
Family Line cover

Before 180 Days ✓

21 parts Complete

Saat Yasa dan Yada masih kecil, mereka adalah saudara kembar yang tak terpisahkan. Dunia mereka penuh dengan tawa, mimpi, dan kehangatan keluarga. Namun, segalanya mulai berubah ketika Yasa pertama kali didiagnosis lupus. Di usia yang masih belia, ia harus menghadapi kenyataan bahwa tubuhnya tak sekuat anak-anak lain. Yada, yang selalu melihat kembarannya sebagai bagian dari dirinya sendiri, mulai merasa takut kehilangan, takut melihat Yasa menderita. Sementara itu, orang tua mereka yang dulu harmonis perlahan mulai retak, perdebatan tak terhindarkan, dan rumah yang dulu terasa aman kini menjadi medan ketegangan. Di antara kesakitan dan ketidakpastian, Yasa dan Yada berusaha bertahan, saling menggenggam erat sebelum badai benar-benar menghancurkan keluarga mereka. Sebelum semuanya hancur, sebelum rumah mereka tak lagi sama, mereka masih punya satu sama lain-setidaknya untuk saat itu. Mampukah mereka mempertahankan keutuhan keluarga, ataukah pada akhirnya perpisahan tetap tak terhindarkan?