Senandika Angkara

Senandika Angkara

  • WpView
    Reads 259
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadComplete Sat, Dec 5, 2020
WpInfo
Non-Fiction
Barangkali harapan adalah bunga-bunga kenaifan, Dan kenyataan adalah duri-duri pengajarannya. Atau barangkali, Aku yang terlalu picik menafsirkan harapan. Menuduh nya dengan keji, atas pengabulan yang tertunda. ---- Senandika Angkara ----
All Rights Reserved
#41
illness
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • The Mystery Of Nusa Bangsa School
  • 𝐶𝑎𝑛'𝑡 𝐵𝑒 𝐴𝑙𝑜𝑛𝑒 ||𝑺𝑬𝑳𝑬𝑺𝑨𝑰||
  • TIREYA
  • FLEUR ✓
  • Dream of a Hospital [Hiatus]
  • Misteri KKN Di Desa Penari
  • I Wanna Die Soon (Beginning)✔️
  • Nayara [ TERBIT ]
  • You Are Mine [Terbit]

"Semua keinginan gue, gak pernah jadi kenyataan. Itu cara kehidupan menghukum gue." *** Aga, atau lebih lengkapnya Airlangga Putra Senja. Pangeran bermata kelabu paling sempurna abad ini dengan tatapan menghangatkan namun sorot mata yang terlihat begitu lelah. Ia memiliki segala yang diinginkan oleh teman-temannya. Ketampanan.Kecerdasan. Kekayaan. Bahkan kebaikan hatinya. Kecuali satu, fakta bahwa ia tak lagi memiliki minat apapun di dunia ini bahkan terhadap hidupnya sendiri. He almost perfect... Namun Caca membencinya. Tapi tunggu, sampai Aga tiba-tiba saja selalu muncul di dekatnya. Apa yang harus ia lakukan? Dan bagaimana jadinya ketika bom waktu yang terpendam dalam mata kelabu itu akhirnya meledak? Ini adalah kisah bagaimana kata-kata yang tak kau anggap berarti, terkadang mampu mendorong seseorang hingga ke tebing keputusasaan. ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ "BENCI BANGET!" "Gue benci sama dia. TITIK. Jangan tanya alasannya kenapa kalo gak mau tuh luka gue bikin panjang sampe ke dagu, ngerti?!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines