Perihal Langit Kelabu

Perihal Langit Kelabu

  • WpView
    Reads 216
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 2, 2019
❝ Aku menemukanmu di tengah pergumulan sunyi langit kelabu. Kau meminta pertolongan kala itu. Lalu kubilang: Jangan takut. Karena sekarang aku disini, bersamamu. ❞ ________________ - S I N O P S I S - Hidup Dian berubah 180 derajat ketika sang ayah meninggal dunia dengan cara yang tak pernah disangka sebelumnya. Belum habis rasa dukanya terhadap kematian sang ayah, Dian kembali dihadapkan oleh seorang pria yang muncul secara tiba-tiba dan mengaku mengetahui semua hal dibalik kejadian yang menimpa ayahnya. Baca selengkapnya di: ● Perihal Langit Kelabu ○ by biladumbidam
All Rights Reserved
#849
religion
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LANGIT TERBELAH CAHAYA PURNAMA
  • ANA UHIBBUKA FILLAH  (End)
  • LOVE in SILENCE
  • [As3] Cerita Aku, Kamu Dan Kita
  • ABIAN HALA
  • Langit Senja [end]
  • RAESHA (Revisi)
  • Permaisuri Kerajaan Ular
  • PERJODOHAN GUS & NING || ON GOING

Hati yang Setia selalu merunduk-merendah mencari jalan-jalan terang dalam hidup, dan disaatnya LANGIT pasti akan menunjukan jalan Kesetiaannya. Cinta sejati tak akan lekang oleh waktu. Namun akan kembali dengan cara yang menakjubkan. Rakha dan Kinanti bagai layang-layang kembar. Terbang tinggi ke langit menembus awan tertinggi memohon diturunkan Cahaya untuk menerangi hati yang sepi pada Kerinduan yang tidak pernah bertepi. Diatas perahu di Selat Bali, Rakha hanya memandang gerak Langit, senyap dalam doa. Tiba-tiba tampak Langit Terbelah Cahaya Purnama. "Ooh Betapa Agungnya Engkau Maha Tercinta... " Kinanti berjalan menghitung langkah satu demi satu, menatap lembayung senja yang melintasi bebukitan hijau yang mulai menua. "Aishiteru Rakhaaa... Kamu dimana !!!" Langit pun terpaksa menangis... Bersama deru hujan yang datang kejar-mengejar dengan suara Angin yang berhembus kencang. "Kin ! .. KUA terdekat dimana? Bisa nggak kita daftar malam ini juga?" Rakha mulai serius menggoda pada pertemuannya yang baru berselang sekian menit. "Hayu, siapa takut?. Kita cari dulu muka yang tampangnya alim untuk jadi saksi nikah kita ya?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines