Perihal Langit Kelabu

Perihal Langit Kelabu

  • WpView
    Reads 219
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 2, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
❝ Aku menemukanmu di tengah pergumulan sunyi langit kelabu. Kau meminta pertolongan kala itu. Lalu kubilang: Jangan takut. Karena sekarang aku disini, bersamamu. ❞ ________________ - S I N O P S I S - Hidup Dian berubah 180 derajat ketika sang ayah meninggal dunia dengan cara yang tak pernah disangka sebelumnya. Belum habis rasa dukanya terhadap kematian sang ayah, Dian kembali dihadapkan oleh seorang pria yang muncul secara tiba-tiba dan mengaku mengetahui semua hal dibalik kejadian yang menimpa ayahnya. Baca selengkapnya di: ● Perihal Langit Kelabu ○ by biladumbidam
All Rights Reserved
#590
religion
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ABIAN HALA
  • Permaisuri Kerajaan Ular
  • ANA UHIBBUKA FILLAH  (End)
  • Full Of Scratches
  • Di Balik Niqab [TERBIT]
  • LOVE in SILENCE
  • Pelukan Milik Langit-Transmigrasi
  • Take A Break
  • RAESHA (Revisi)

Hembusan angin menyapu lembut rambut panjang milik Hala yang ia biarkan tergerai begitu saja. Napasnya tenang namun tidak dengan perih di ulu hatinya yang membuat ia hanya mampu duduk diam sambil memeluk kedua lututnya. Berharap akan ada sebuah pelukan yang datang untuk menghangatkannya. Kisah kelam itu sudah berlalu sekitar setengah tahun yang lalu, tapi seolah kisah itu begitu betah menjadi parasit di dalam kehidupannya. Yang selalu dan terus menerus Hala rasakan ialah mengenai rindu dan rasa ingin bertemu. Rasanya ia belum cukup menikmati waktu yang Tuhan jatahkan untuk mereka bisa saling mencintai dan membersamai. "di agama kita gak ada reinkarnasi, tapi aku terus berdoa supaya ketemunya di mimpi, tapi mimpi pun bukan bagian dari kekuasaan aku ataupun kamu. Jadi kapan kita akan bener-bener ketemu? Malam ini? Besok? Lusa?" Setitik air mata jatuh membuat isakan Hala kembali terdengar. Suara pintu yang terbuka lalu pelukan yang berasal dari belakangnya membuat isakan Hala kian membesar. Pelukan memang, tapi bukan orang ini yang ia harapkan. Karena memang sebenarnya ia tidak akan pernah merasakan pelukan itu lagi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines